"Pak Jonan itu cerdik seperti ular, tulus seperti Merpati," kata Chandra Lie, dalam jumpa pers menjelang penyerahan dua pesawat Boeing 737-900 ER di Hotel Hyatt Regency Bellevue, Seattle, Amerika Serikat, Rabu (19/8/2015) malam.
Bagi Sriwijaya Air, kata Chandra, faktor keamanan (safety) merupakan suatu keharusan dalam dunia penerbangan. "Kami tidak akan mengorbankan pilot dan kru kami dan juga para penumpang," kata Chandra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, bila tidak ada penetapan tarif batas bawah dalam tiket penerbangan, maka akan terjadi perang tarif sehingga bisa mengurangi safety. "Bayangkan nanti tiket pesawat bisa lebih murah daripada tiket kereta api dan itu pasti akan mengurangi safety," kata Chandra.
Chandra berharap, pemerintah sebagai regulator bisa mempelajari kecelakaan-kecelakaan yang menimpa pesawat Indonesia, sebagai upaya dalam peningkatan safety. Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung agar industri penerbangan bisa sehat, agar maskapai-maskapai nasional tidak merugi.
Dalam situasi ekonomi yang tidak baik ini, semua maskapai penerbangan pasti terdampak, apalagi transaksinya mayoritas menggunakan dolar AS. Akibatnya, meski harga avtur saat ini turun, namun karena transaksi menggunakan dolar AS, dan rupiah terus melemah terhadap dolar AS, maka biaya operasional jadi tinggi.
Dalam situasi seperti ini, kata Chandra, bila pemerintah menaikkan tarif batas bawah, akan sangat membantu maskapai. Dengan demikian, maka keamanan dan pelayanan penerbangan akan tetap baik.
(asy/ang)











































