Presdir Sriwijaya Air: Pak Jonan Itu Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati

Laporan dari Seattle

Presdir Sriwijaya Air: Pak Jonan Itu Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati

Arifin Asydhad - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2015 09:45 WIB
Presdir Sriwijaya Air: Pak Jonan Itu Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati
Foto: Arifin/detikcom
Seattle - Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie memuji langkah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam upaya membangun industri penerbangan yang sehat dan kuat. Penetapan tarif batas bawah merupakan salah satu bentuk ketegasan Jonan.

"Pak Jonan itu cerdik seperti ular, tulus seperti Merpati," kata Chandra Lie, dalam jumpa pers menjelang penyerahan dua pesawat Boeing 737-900 ER di Hotel Hyatt Regency Bellevue, Seattle, Amerika Serikat, Rabu (19/8/2015) malam.

Bagi Sriwijaya Air, kata Chandra, faktor keamanan (safety) merupakan suatu keharusan dalam dunia penerbangan. "Kami tidak akan mengorbankan pilot dan kru kami dan juga para penumpang," kata Chandra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, menurut Chandra, keputusan Jonan dalam menetapkan tarif batas bawah, meski hanya 40%, harus didukung. "Tarif batas bawah ini sudah tepat dan tetap diteruskan agar penerbangan kita aman dan pelayanannya makin baik," kata Chandra.

Dia menilai, bila tidak ada penetapan tarif batas bawah dalam tiket penerbangan, maka akan terjadi perang tarif sehingga bisa mengurangi safety. "Bayangkan nanti tiket pesawat bisa lebih murah daripada tiket kereta api dan itu pasti akan mengurangi safety," kata Chandra.

Chandra berharap, pemerintah sebagai regulator bisa mempelajari kecelakaan-kecelakaan yang menimpa pesawat Indonesia, sebagai upaya dalam peningkatan safety. Selain itu, pemerintah juga perlu mendukung agar industri penerbangan bisa sehat, agar maskapai-maskapai nasional tidak merugi.

Dalam situasi ekonomi yang tidak baik ini, semua maskapai penerbangan pasti terdampak, apalagi transaksinya mayoritas menggunakan dolar AS. Akibatnya, meski harga avtur saat ini turun, namun karena transaksi menggunakan dolar AS, dan rupiah terus melemah terhadap dolar AS, maka biaya operasional jadi tinggi.

Dalam situasi seperti ini, kata Chandra, bila pemerintah menaikkan tarif batas bawah, akan sangat membantu maskapai. Dengan demikian, maka keamanan dan pelayanan penerbangan akan tetap baik.

(asy/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads