"Pertemuannya terkait dengan pasokan dan stok daging sapi, menyamakan persepsi seperti pertemuan kemarin (dengan pengusaha unggas)," kata salah satu staf Humas Kementan kepada detikFinance di Kementan, Jakarta, Jumat (20/8/2015).
Saat ini, pertemuan masih berlangsung, dijadwalkan Mentan Amran dan para pengusaha feedloter akan memberikan keterangan kepada media pasca pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila tidak ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan pun tak bisa menerbitkan izin impor untuk perusahaan yang bersangkutan.
"Aku katakan, kalau secara pribadi, aku tidak kasih rekomendasi lagi. Tapi kami lihat regulasi yang ada di Kementan. Itu tegas," tegas Amran kemarin.
Selain menyetop rekomendasi impor, Amran juga meminta kepolisian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum seberat-beratnya feedloter pelaku penimbunan, dengan sanksi denda sampai pidana.
"Kalau ada yang terbukti menimbun, kami minta KPPU dan Kepolisian tindak tegas," kata Amran geram.
Seperti diketahui feedloter selama ini yang memiliki stok sapi impor khususnya di Jabodetabek. Kementan mencatat dari 35 anggota Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (AFPINDO), pada akhir Juli 2015 lalu terdapat stok sapi bakalan sebanyak 178.000 ekor.
Pihak Kepolisian melalui Bareskrim sedang menyelidiki dugaan kelangkaan sapi di Jabodetabek, diantaranya memanggil Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (AFPINDO), dan Asosiasi Pengusaha Pemotongan Hewan Indonesia (APPHI).
Mentan Amran pernah mengatakan para feedloter sudah siap menurunkan harga sapinya, pasca pemerintah turun ke lapangan mengecek stok sapi di feedloter.
(hen/hen)











































