"Rp 3,15 triliun itu posisinya adalah kombinasi APBN Murni dan dari loan (pinjaman) China. Dari total Rp 3,15 triliun, APBN murninya 10%, sisanya loan China," ujar Taufik, ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Lewat perhitungan tersebut, maka besarnya dana APBN dalam pembiayaan proyek ini adalah Rp 3,15 triliun, sementara dari pinjaman China adalah Rp 2,83 triliun. "Pinjaman China itu perhitungannya kurang lebih Rp 90 miliar per kilometer (km)," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pembebasan lahan baru sekitar 42%. Meski demikian, dengan menggunakan Undang-Undang nomor 2 tahun 2012, Pemerintah akan melakukan percepatan pembebasan lahan yang masih tersisa. "Sehingga diharapkan bisa cepat," pungkas dia.
Pembangunan Jalan tol ini sempat mangkrak bertahun-tahun. Baru pada 2014 konsesi Tol Solo-Ngawi 90,1 km dan Ngawi-Kertosono 86,6 km berpindah tangan, dari PT Thiess Cotractors Indonesia (TCI) asal Australia kepada dua BUMN, yakni PT Jasa Marga Tbk dan Waskita Karya. Sejak perpindahan tangan ini pekerjaan proyek kembali dilanjutkan bahkan dikebut.Β
(dna/dnl)











































