Ada Utang dari China Rp 2,83 T di Proyek Tol Solo-Kertosono

Ada Utang dari China Rp 2,83 T di Proyek Tol Solo-Kertosono

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2015 14:12 WIB
Ada Utang dari China Rp 2,83 T di Proyek Tol Solo-Kertosono
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Jalan Tol Solo-Kertosono fase I yang ditandatangani kontraknya hari ini, sebagian didanai oleh pinjaman dari Pemerintah China. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Taufik Widjojono mengatakan, porsi pinjaman China dalam pendaan proyek ini mencapai 90% dari total nilai proyek yang mencapai Rp 3,15 triliun.

"Rp 3,15 triliun itu posisinya adalah kombinasi APBN Murni dan dari loan (pinjaman) China. Dari total Rp 3,15 triliun, APBN murninya 10%, sisanya loan China," ujar Taufik, ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Lewat perhitungan tersebut, maka besarnya dana APBN dalam pembiayaan proyek ini adalah Rp 3,15 triliun, sementara dari pinjaman China adalah Rp 2,83 triliun. "Pinjaman China itu perhitungannya kurang lebih Rp 90 miliar per kilometer (km)," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pekerjaan konstruksi Jalan tol ini dipercayakan kepada Kerjasama Operasi (KSO) 3 perusahaan, yakni China Road and Bridge Corporation (CRBC), PT Waskita Karya Tbk, dan PT PP Tbk. "Tahun 2018 harus sudah selesai," tegas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Saat ini, pembebasan lahan baru sekitar 42%. Meski demikian, dengan menggunakan Undang-Undang nomor 2 tahun 2012, Pemerintah akan melakukan percepatan pembebasan lahan yang masih tersisa. "Sehingga diharapkan bisa cepat," pungkas dia.

Pembangunan Jalan tol ini sempat mangkrak bertahun-tahun. Baru pada 2014 konsesi Tol Solo-Ngawi 90,1 km dan Ngawi-Kertosono 86,6 km berpindah tangan, dari PT Thiess Cotractors Indonesia (TCI) asal Australia kepada dua BUMN, yakni PT Jasa Marga Tbk dan Waskita Karya. Sejak perpindahan tangan ini pekerjaan proyek kembali dilanjutkan bahkan dikebut.Β 

(dna/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads