Impor 8.000 ekor sapi siap potong ini merupakan bagian dari realisasi izin impor 50.000 ekor sapi siap potong yang diberikan pemerintah kepada Bulog. Impor dilakukan Bulog untuk membanjiri pasar dengan pasokan daging sapi, sehingga harga daging sapi sekitar Rp 130.000/kg bisa segera turun.
"Ada 3 perusahaan yang sudah deal (dengan Bulog). Tahap pertama akan datang 8.000 ekor (sapi siap potong) pada awal September," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu, saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu setiap 2 minggu sekali 8.000 ekor sapi atau lebih datang lagi. Yang sudah kontrak tahap pertama 8.000 ekor," ucap Wahyu.
Untuk mengimpor 50.000 ekor sapi siap potong, Bulog menyiapkan dana hingga Rp 1 triliun. Dana tersebut berasal dari dana internal Bulog dan kredit perbankan.
"Pengadaan sapi dari dana sendiri cukup, ada juga dana komersial. Kita siapkan Rp 900 miliar sampai Rp 1 triliun," kata Wahyu.
Untuk distribusi dan penjualan ke pasar, Bulog akan menggandeng asosiasi pedagang daging sapi. Daging sapi akan dijual di pasaran dengan harga kurang dari Rp 100.000/kg, jauh di bawah harga daging sapi yang saat ini menyentuh Rp 130.000/kg.
"Kita ada komitmen dengan mereka (asosiasi) untuk bisa menjaga harga. Kita masih menghitung, yang pasti targetnya (harga di pasar) di bawah Rp 100.000/kg," paparnya.
Selain bekerjasama dengan asosiasi pedagang, Bulog juga bekerjasama dengan beberapa pihak untuk sewa kandang sapi, pemotongan sapi, dan sebagainya. Kerjasama tak hanya dilakukan dengan sesama BUMN seperti PT Berdikari dan PT RNI, tapi juga dengan swasta.
"Ada (kerjasama) RPH-nya, ada pedagang dagingnya. Juga dengan RNI dan Berdikari. Untuk kandang kami tidak hanya (kerjasama) dengan Berdikari, juga dengan beberapa pihak," katanya.
(hen/hen)










































