Follow detikFinance
Sabtu 22 Aug 2015, 11:09 WIB

Ini Bandara Baru Rp 550 Miliar di Pontianak

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Ini Bandara Baru Rp 550 Miliar di Pontianak Foto: Bandara Supadio (Feby-detikFinance)
Pontianak - PT Angkasa Pura II (AP II) merogoh Rp 550 miliar untuk pengembangan terminal penumpang baru di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Dana ini diambil dari kas internal untuk program pengembangan Bandara Supadio fase I dan fase II.

Di fase I, AP II menganggarkan Rp 275 miliar. Bangunan terminal fase I telah rampung dan melayani penumpang.

"Pembangunan terminal fase I sudah selesai, sekarang kita lanjut ke fase II," kata Direktur Utama AP II Budi Karya di Bandara Supadio, Pontianak, Sabtu (22/8/2015).

Bandara Supadio fase I kini mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun. Bila fase II selesai pada 2016, kapasitas total Bandara Supadio bisa melayani 3,8 juta penumpang per tahun. Pembangunan terminal fase II sedang berlangsung.

"Terminal lama kapasitasnya 700.000 orang, sedangkan jumlah penumpang Bandara Supadio 2,5 juta per tahun. Dulu orang menumpuk di dalam terminal sudah kayak sarden," ujarnya.

Secara desain, Bandara Supadio mengadopsi rancangan bangun ramah lingkungan atau eco airport. Sinar matahari leluasa menyelinap ke dalam bandara sehingga bisa menimalkan penggunaan penerangan.

"Secara umum. Sebagai fasilitas modern. Bandara Supadio arsitektur modern. Kita tekankan arsitektur eco airport, beri nilai tambah ke airport," ujarnya.

Kini, Bandara Supadio memiliki runway sepanjang 2.500 meter. Runway tersebut mampu melayani pesawat berbadan kecil atau narrow body sekelas Boeing 737-800 atau Airbus 320. Budi mengaku sudah menawarkan kepada maskapai nasional untuk membuka rute dari Pontianak ke negara tetangga.
 
"Saya sudah ngomong ke Lion, Batik Air, Jetstar, sampai Garuda untuk membuka rute internasional. Sekarang, maskapai yang sudah terbang ke rute internasional dari Supadio baru Kal Star," tuturnya.

Bandara yang dikelola oleh AP II ini berada pada area kawasan militer, Lanud Supadio. Budi menyebut, pihaknya dan TNI AU selalu berkoordinasi terkait aktivitas pengamanan dan pengoperasian Bandara Supadio bila digunakan untuk kepentingan militer. Menurutnya, Bandara Supadio siap setiap saat dipakai take off dan landing jet tempur TNI AU, karena bandara ini jadi pangkalan udara stategis. Bandara di Pontianak ini berbatasan dengan 2 negara, yakni Malaysia dan Brunei Darussalam.

"Supadio masuk pertahanan strategis, Danlanud Bintang 1. Ini penting, secara taktis penting jaga hubungan dengan TNI AU. TNI AU bisa latihan di sini. Hubungan baik ini dibina untuk beri rasa aman," ujarnya.

Kondisi bangunan bandara terlihat masih sangat cerah. Lantai terminal selalu kinclong karena petugas cleaning service berkeliling setiap saat.

Kesan anyar sangat terasa karena interior masih terlihat baru. Di sebelah area terminal fase 1, alat berat sudah bersiap untuk melanjutkan pengembangan terminal ultimate yang ditargetkan rampung 2016. Untuk membersihkan area bandara, AP II mengoperasikan truk sampah khusus.

(feb/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed