Bulog menyediakan 440 kg di dalam 11 karung dengan harga jauh lebih murah, yakni Rp 40.000/kg. Mekanisme pembelian cabai rawit di mana konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 kg saja.
Akan tetapi berdasarkan detikFinance, Sabtu (22/8/2015) di lokasi operasi pasar, ternyata pembeli cabai rawit justru dari pedagang. Ada yang dari pasar Kramat Jati itu sendiri dan dari pasar-pasar lainnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dian pihak Bulog tidak mempermasalahkan dirinya yang membeli lebih dari ketentuan. Bahkan saat operasi pasar sebelumnya, Ia sempat membeli 50 kg.
"Pasti dijual lagi, namanya harga cabai ini beda-beda pagi siang sore, kalau harganya nai ya rezeki saya," ujar Dian.
Pedagang lainnya yang juga membeli cabai rawit dari operasi pasar Bulog adalah Anton. Ia juga membli 20 kg. Rencananya nanti akan dijual kembali di Pasar Rebo, Jakarta dengan harga yang lebih tinggi.
"Kebetulan cabai murah Rp 40.000/kg beli 20 kg, biar dijual lagi di Pasar Rebo," kata Anton di kesempatan yang sama.
Direktur Tanaman Sayur dan Obat Kementan, Yanuardi mengakui awalnya saat operasi pasar berlangsung, memang ada pedagang yang ikut membeli cabai rawit dengan jumlah yang melebihi ketentuan.
Akan tetapi itu hanya terjadi sekitar 30 menit. Selanjutnya pihak Bulog kembali memperketat penjualan, yaitu dengan menjual cabai rawit maksimal sebanyak 2 kg untuk setiap konsumen.
"Di awal ada sedikit (beli di atas 2 kg). Tapi kami sudah awasi ketat bahwa yang beli minimal 2 kg cabai saja. Di atas itu kami tidak dilayani," kata Yanuardi kepada detikFinance.
(mkl/dnl)











































