Rizal menjelaskan, solusi pertama adalah dengan memperbanyak importir di jalur hijau. Alasannya, pemeriksaan di jalur merah memakan waktu lama, padahal sudah banyak importir yang punya rekam jejak baik.
Ia meminta sebanyak-banyaknya importir yang memiliki rekam jejak bagus dipindah ke jalur hijau untuk mempersingkat dwelling time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Rizal meminta biaya penyimpanan kontainer di Pelabuhan Tanjung Pripk dinaikan hingga lebih mahal daripada biaya penyimpanan di gudang. Dengan begitu, para importir tidak akan berlama-lama menyimpan kontainer di pelabuhan, sehingga kontainer tak menumpuk.
"Akan kami benahi pricing policy agar penyimpanan kontainer jangan terlalu murah, biar orang cepat angkat kontainer. Jangan importir simpan barang saja di Tanjung Priuk," ujarnya.
Ketiga, dia mengusulkan agar dibangun jalur kereta api langsung ke tempat bongkar muat barang untuk mengurangi kepadatan antrian truk di Pelabuhan Tanjung Priuk.
"Sekarang jalur kereta api nggak bisa langsung ke pelabuhan kontainer. Padahal di seluruh dunia ada jalur kereta api langsung ke tempat loading container, lebih cepat dan nggak bikin macet," tukasnya.
Keempat, perlu dibangun sistem ICT yang lebih praktis dan modern untuk mempermudah pengusaha mengambil kontainer miliknya.
"Sistem ICT di kita ribet, kalau ada pengusaha nyari kontainernya bingung," tuturnya.
Terakhir, Rizal berjanji akan menghabisi 'mafia' yang sengaja membuat proses bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priuk menjadi sedemikian rumit. Para eksportir dan importir harus membayar kepada mafia ini bila ingin proses dipercepat.
Dirinya mengaku geram dengan mafia pelabuhan dan berjanji akan memberantas mereka agar proses dwelling time bisa lebih cepat dan efisien. Rizal mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menghabisi para mafia pelabuhan ini.
"Kami akan sikat mafia di situ (pelabuhan). Kita sudah bicara dengan Kapolri dan Panglima TNI, akan kita gebrak," tandas Rizal.
(ang/ang)











































