Sebelumnya, informasi dari Humas Kementerian Pertanian menyebut Mentan akan melakukan sidak. Namun ketika rombongan tiba di lokasi, Humas Kementan menyatakan Amran tidak datang.
Rombongan Kementan tiba di feedloter atau perusahaan penggemukan sapi PT Catur Makmur Taruma (CMT) di Cariu Jonggol, Jawa Barat pukul 17.00 WIB. Syukur mengunjungi kandang penggemukan sapi bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riwantoro.
Rombongan langsung melihat stok sapi impor dari Australia yang ada di kandang didampingi dengan petugas kandang bernama Yusuf. Selang 30 menit kemudian, pemilik PT Catur Makmur Taruma tiba di kandang dan langsung menghampiri rombongan Kementan. Syukur menanyakan beberapa hal terkait stok dan harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok kami ada 3.491 ekor dari total kapasitas kandang 5.000 ekor. Kami jual dari sini Rp 36.000-38.000. Paling tinggi Rp 41.000/kg bobot hidup," jawab Reza.
Hanya 1 jam di lokasi, rombongan Kementan lanjut bergerak menuju peternakan unggas di Bekasi.
Sebelumnya, Syukur Iwantoro sempat mendatangi perusahaan feedlot PT Tanjung Unggul Mandiri di Teluk Naga, Tangerang, Banten dan PT Pasir Tengah di Cikalong, Cianjur Jawa Barat mengecek stok sapi di kandang dan meminta pelaku usaha menurunkan harga sapi hidup dari Rp 45.000/kg menjadi Rp 38.000/kg.
(zul/ang)










































