Mentan Minta Kenaikan Harga Ayam Tak Dibesar-besarkan

Mentan Minta Kenaikan Harga Ayam Tak Dibesar-besarkan

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 24 Agu 2015 14:20 WIB
Mentan Minta Kenaikan Harga Ayam Tak Dibesar-besarkan
Jakarta - Harga ayam yang melonjak hingga Rp 40.000/ekor (1,3 Kg) membuat pedagang ayam mengalami penurunan omzet penjualan. Pedagang ayam di Bandung Raya, bahkan sempat melakukan aksi mogok jualan untuk memprotes harga ayam yang masih tinggi pasca Lebaran.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, harga ayam di pasar saat ini sebenarnya masih stabil dan tak perlu dibesar-besarkan. Sehingga tak membuat kekhawatiran di tengah masyarakat.

"Sekarang kan sudah stabil, jangan dibesar-besarkan ini. Kemarin tuh perlu kami luruskan bahwa harga ayam meroket Rp 60.000/ekor itu wajar, karena satu ekor ayam itu bisa sampai 2 kg. Jadi satu kg ayam harganya Rp 30.000/kg kan," kata Amran ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Senin (24/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran menuturkan, pihaknya sudah melakukan sidak ke sejumlah peternak ayam dan memastikan harga di tingkat peternak masih stabil. Meski, diakuinya ada penurunan stok ayam siap potong usai Lebaran.

"Jadi kami juga sudah kumpulkan feedloters, kemudian pedagang ayam menentukan harga yang kandang itu Rp 17.000-20.000/kg ayam di kandang. Itu kesepakatan kita dan peternak, di seluruh Indonesia loh," jelas Amran.

Stabilnya harga ayam, kata Amran, tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga berlaku di semua wilayah Indonesia. "Surabaya sekarang sudah Rp 30.000/kg di pasar konsumen," ujarnya.

Harga daging ayam broiler/ras utuh di tingkat konsumen di Pasar Minggu Jakarta dalam sepekan terpantau turun dari Rp 40.000/ekor menjadi Rp 38.000/ekor (bobot 1,3 kg). Dalam ukuran satuan Kg, harga daging bagian paha saat ini Rp 37.000/kg turun dari Rp 38.000/kg.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads