Kondisi pasar keuangan pada hari ini bergerak turun tajam. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 14.040 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok nyaris 4%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai kondisi sekarang tidaklah seburuk yang terjadi ketika pada 1998 dan 2008. Beberapa faktor fundamental ekonomi sekarang masih cukup baik.
"Kita lihat adalah inflasi. Di 1997-1998 bisa meningkat 60%. Tahun 2008-2009 tinggi. Sekarang inflasi mengarah ke 4% artinya di bawah 4,5%. Artinya secara umum kondisi fundamental kita lebih baik," ungkap Agus usai rapat dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bisa lihat, cadev kita jauh lebih tinggi. volatilitas nilai tukar lebih terkendali," ujarnya.
Menurut Agus saat ini yang penting sekarang adalah menjaga persepsi masyarakat, khususnya investor. Ini mampu untuk mendorong arus modal tidak mengalir keluar dari Indonesia terlalu deras.
"Kita hanya musti menjaga agar jangan ada pesimisme, sentimen, oleh karena itu pertemuan seperti ini mengundang dunia suaha bertemu Presiden dan Wapres, menteri kami diundang, OJK diundang, ini merupakan kordinasi yang baik," katanya.
Agus membantah koordinasi seperti ini dianggap pertanda adanya kepanikan. Menurutnya dengan berkoordinasi bisa menciptakan harmonisasi kebijakan antara masing-masing pihak antara pemerintah dan dunia usaha.
"Nggak (panik), justru ini kita melihat semuanya dilakukan koordinasi dengan baik. Justru pemerintah yang tidak melakukan koordinasi itu yang tidak menyikapi dengan baik," tukasnya.
Β
Siang tadi, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan para menteri t yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung kumpul di Istana Bogor membahas kondisi ekonomi terkini.
Selain itu, rapat juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad.
Beberapa petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga terlihat di ruangan rapat, seperti Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dan Dirut PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Arif Wibowo.
Tak hanya BUMN, perusahaan swasta dan pengusaha nasional juga ikut hadir dalam rapat terbatas tersebut. Beberapa yang sudah terlihat adalah Presiden Direktur (Presdir) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja, Direktur PT Indofood Tbk Franciscus Welirang, dan Presdir PT Vale Tbk (INCO) Chris Kanter, dan Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo.











































