Dalam pelaksanaan hujan buatan yang akan dimulai hari ini hingga 90 hari ke depan, Kementan bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Tekhnologi (BPPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"El Nino saat ini moderat menuju kuat dan diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2016. Dan El Nino 2015 diperkirakan lebih kuat dibanding fenomena tahun 1997," kata Kepala UPT Hujan Buatan BPPT Heru Widodo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (25/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini saja, dari 200.000 hektar sawah yang terpapar kekeringan, Kementan mencatat sudah 30.000 hektar sawah mengalami gagal panen atau puso atau meningkat 70% dari posisi pada pertengahan Agustus.
Heru mengungkapkan, tahap awal, pelaksanaan rekayasa hujan buatan akan dilakukan mulai hari ini yang diprioritaskan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
"Pelaksanaan hujan buatan pada bulan Agustus di Pulau Jawa bukan hal mudah karena potensi pertumbuhan awan sangat sedikit. Jika radar mendeteksi awan potensial, armada pesawat penyemai awan akan segera diterbangkan menuju lokasi target awan agar potensi hujan buatan bisa optimal," terang Heru.
(rrd/rrd)











































