"Jangan panik. Produksi kita sudah panen dan masuk lumbung 80%. Jangan dibesar-besarkan, masa gabah sudah masuk gudang kena kemarau, kita upayakan lagi ada tambahan 15% sisanya meski ada kekeringan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, ditemui di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Amran menuturkan, banyak masyarakat yang salah menafsirkan kekeringan panjang tahun ini. "Yang kering cuma 200.000 hektar, tapi dipersepsikan ada kekeringan di 14 juta hektar padi kita," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya menjamin belum akan membuka keran impor beras karena dampak kemarau masih bisa ditutupi dari surplus padi di Kalimantan dan Sumatera.
"El Nino hanya berpengaruh di Jawa. Kalau di Sumatra kecuali Lampung, dan Kalimantan justru mereka nggak kemarau. Malah ada tambahan luas tanam baru. Di Jawa kita juga berhasil selamatkan 114.000 hektar dari puso dengan pembangian 21.000 pompa air," ujar Amran.
(rrd/rrd)











































