Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, keberhasilan kementeriannya memperbaiki saluran irigasi, area lahan gagal panen (puso) hingga Agustus ini bisa ditekan hanya 30.000 hektar dari total 200.000 hektar sawah yang terpapar langsung kemarau dampak El Nino.
"Itu (kekeringan) sudah kami lakukan antisipasi di awal tahun. Sejak Januari kita sudah bangun irigasi tersier yang sampai hari ini sudah 1,5 juta hektar. Padahal target perbaikan fisik irigasi adalah 2,6 juta hektar untuk 5 tahun. Itu akan kita selesaikan tahun ini," kata Amran ditemui di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (25/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertama kalinya. Belum ada yang pernah menciptakan 1,5 juta hektar dalam setahun. Kita harus yakin, semua sumber daya harus kita kerahkan," kata Amran.
Untuk merealisasikan niatnya mempercepat perbaikan irigasi hingga 2,6 juta hektar, pihaknya juga terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengebut proyek-proyek peremajaan irigasi, khususnya di Pulau Jawa sebagai sentra penghasil padi terbesar.
"Kami kumpulkan dinas-dinas PU, balai besar sekaligus Menteri PUPR. Kemarau tahun ini saja ada tambahan 500 ribu hektar berhasil panen karena air tersedia sepanjang tahun. Selesai panen langsung tanam lagi, yang di Jabar, Jateng, Jatim kita optimalkan," katanya.
Presiden Jokowi mengatakan komitmennya untuk memperbaiki saluran irigasi yang selama ini banyak yang rusak. Alasannya selama ini 30 tahun banyak irigasi yang tak diperbaiki.
(hen/hen)











































