Pria yang akrab disapa Tom Lembong ini mengaku baru kali ini terlibat dalam pembahasan dwell time, padahal Kementerian Perdagangan merupakan kementerian/lembaga yang berkontribusi besar dalam proses dwell time.
"Saya belajar banyak sekali dari Pak Rizal. Beberapa hari menjabat, saya fokus ke ayam, daging sapi dan beras. Sekarang dwell time," kata Lembong di Kemenko Kemaritiman, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap tindak lanjut. Bapak Presiden maunya cepet. Kami dukung sepenuhnya," ujarnya.
Sementara itu, Rizal Ramli mengaku pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk memangkas proses dwell time. Di antaranya memangkas perizinan hingga membuat perizinan online.
"Setidaknya dalam impor ada 124 izin dari 20 kementerian/lembaga. Bayangkan, dari Kemenperin ada 44 izin. Ini kami ingin sederhanakan supaya jadi 20," ujarnya.
Selain itu, Rizal meminta Mendag Lembong untuk memberi reward and punishment bagi importir. Bila pengurusan izin barang dilakukan sebelum barang tiba di pelabuhan maka Kemendag diminta memberi reward atau insentif. Sebaliknya, punishment/sanksi akan dijatuhkan bila izin diurus setelah barang tiba di tanah air karena memperlabat proses bongkar muat.
"Saya bilang ke Mendag, berikan insentif supaya yang masukin dokumen duluan nggak usah bayar kalau yang telat bayarnya tinggi," sebutnya.
(feb/rrd)











































