Bermacam cara untuk bisa menarik perhatian pembeli oleh pedagang batu akik, salah satunya dengan melakukan redenominasi atau menghapus Rp 1.000 jadi Rp 1. Redenominasi bisa memberi kemudahan saat mematok harga karena ada pemangkasan tiga angka nol terakhir dan menjadi daya tarik untuk konsumen.
Hal ini terjadi di pameran Fashion and Craft yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Para pedagang batu akik membanderol dengan simbol dolar dan memangkas tiga angka nol.
Misalnya, harga batu akik jenis Garut Ijo Lumut senilai Rp 100.000.000, ditulis hanya $ 100.000. Begitu pun dengan batu akik seharga Rp 1.000.000, dibanderol hanya $ 1.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, bagi kolektor batu akik sudah lumrah pemakaian redenominasi untuk mempermudah transaksi. Selain hanya simbol, dalam ucapan juga biasanya disebut hanya nominal rendah saja.
"Kita sudah biasa nyebutnya begitu. Mereka sudah paham. Misalnya batu akik harga sejuta, kita bilangnya seribu, gitu," kata Ronny.
Indonesia Fashion & Craft kembali digelar di Jakarta Convention Center untuk yang keenam kalinya. Pameran ini berlangsung selama 5 hari mulai 26-30 Agustus 2015, dibuka pukul 10.00-21.00 WIB dan gratis alias tidak dipungut biaya.
Aneka ragam produk yang dipamerkan dari segi fesyen antara lain batik, kain songket, bordir, tenun, sulaman, garmen, tekstil, dan aksesoris, perlengkapan aneka busana, dan berbagai produk kulit.
Sementara produk kerajinan di antaranya kerajinan berbasis kayu, bambu, rotan, logam, anyaman. Ada juga gerabah, marmer, keramik hias, furnitur dan interior, hingga batu akik, permata dan jewellery.
(drk/hen)











































