Pertemuan berlangsung cukup singkat, sekitar 40 menit dari pukul 15.30 WIB di Kantor Presiden, komplek Istana Negara, Jakarta.
Jokowi ditemani oleh beberapa menteri. Di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini juga saya membawakan surat dari PM Jepang untuk bertemu dengan bapak jokowi. Dan isi pertemuan tadi adalah tiga hal. Pertama, kerja sama di bidang maritim, termasuk kami ada kebijakan promosi, namanya promosi dan juga forum maritim untuk mengembangkan pembangunan kawasan timur indonesia," ujarnya di Kantor Presiden, Rabu (26/8/2015)
Kedua adalah terkait dengan kondisi perekonomian terkini. Diketahui banyak negara yang mengalami tekanan di pasar keuangan, termasuk Jepang dan Indonesia.
"Hal yang kedua adalah untuk menanggapi ketidakstabilan kurs secara global, melalui kerja sama dengan Indonesia kami bisa juga meningkatkan kerja sama selama puluhan tahun Indonesia dengan Jepang," paparnya.
Pembahasan ketiga adalah terkait dengan kereta cepat atau High Speed Train (HST). Jepang memang ikut terlibat dalam kompetisi untuk memperebutkan proyek tersebut bersama dengan China.
"Hal yang ketiga adalah kereta cepat," tegasnya.
(mkl/ang)










































