"Dari dulu selalu ada regulasi yang perlambat upaya kita memajukan pertanian. Selalu semua harus lewat tender. Padahal beras itu tanaman semusim. Dipa baru keluar Januari-Februari, tapi tender selesai 3 bulan lagi, atau setelah panen selesai," jelas Amran di kantor Kementan, Ragunan, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran untuk Kementan melakukan penununjukan langsung tanpa lewat tender untuk membereskan masalah pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, lewat pemangkasan proses birokrasi tersebut, Kementan sukses membangun saluran irigasi terseier yang mengairi lahan 1,5 juta hektar.
"Kami bangun infrastruktur pertanian terbesar sepanjang sejarah. Irigasi terseier kita bangun baru 1.5 juta hektar dari terget 1 juta hektar tahun ini," tegas Amran.
Ia mengungkapkan, proses tender yang berbelit membuat petani dirugikan. "Regulasi kebijakan yang keliru lebih dahsyat daripada koruptor. Tanpa tender, pengadaan alsintan sampai hari ini 40.000 unit. Sebelumnya sama menteri sebelumnya hanya 3.000-4.000 unit," imbuh Amran.
(rrd/rrd)











































