Ini Alasan Data Produksi Beras Pemerintah Berbeda-Beda

Ini Alasan Data Produksi Beras Pemerintah Berbeda-Beda

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2015 23:12 WIB
Ini Alasan Data Produksi Beras Pemerintah Berbeda-Beda
Jakarta - Produksi beras nasional hingga saat ini belum memiliki data yang akurat. Kondisi ini membuat pemerintah kesulitan dalam pembuatan kebijakan terkait produksi padi untuk mencapai swasembada beras.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui, belum ada data produksi beras dalam negeri yang ada saat ini yang dinilai paling akurat. Menurutnya, perbedaan data produksi padi terjadi karena waktu pengambilan data yang dilakukan berbeda oleh setiap lembaga atau kementerian.

"Memang berbeda (data). Tapi itu terjadi karena waktu pengambilan datanya berbeda, bukan tidak akurat. Kalau diambil pas waktunya berbeda tidak mungkin sama," kata Amran ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, meski belum memiliki data yang akurat yang dipakai pemerintah, Kementan tetap selalu mengacu data produksi beras yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) ketimbang data yang dikeluarkan kementerian atau lembaga lainnya. "Kalau kita acuannya dari dulu selalu data BPS," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengakui, saat ini pemerintah masih mengalami kendala dalam memperoleh data yang akurat. Hasilnya, pembuatan kebijakan terkait produksi padi nasional belum bisa dilakukan dengan tepat.

"Antara kementerian dan kementerian lain datanya beda-beda. Walaupun nggak jauh beda, tetapi kalu data tidak punya keyakinan (keakuratan) akan mempengaruhi kebijakan," ujar Sofyan.

Selisih faham antar kementerian dalam membuat kebijakan kata Sofyan, seringkali timbul akibat perbedaan data yang dimiliki oleh masing-masing kementerian. Lantaran data yang tersedia berbeda-beda sering kali timbul perbedaan pendapat antar kementerian apakah perlu dilakukan impor atau tidak.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads