Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui, belum ada data produksi beras dalam negeri yang ada saat ini yang dinilai paling akurat. Menurutnya, perbedaan data produksi padi terjadi karena waktu pengambilan data yang dilakukan berbeda oleh setiap lembaga atau kementerian.
"Memang berbeda (data). Tapi itu terjadi karena waktu pengambilan datanya berbeda, bukan tidak akurat. Kalau diambil pas waktunya berbeda tidak mungkin sama," kata Amran ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengakui, saat ini pemerintah masih mengalami kendala dalam memperoleh data yang akurat. Hasilnya, pembuatan kebijakan terkait produksi padi nasional belum bisa dilakukan dengan tepat.
"Antara kementerian dan kementerian lain datanya beda-beda. Walaupun nggak jauh beda, tetapi kalu data tidak punya keyakinan (keakuratan) akan mempengaruhi kebijakan," ujar Sofyan.
Selisih faham antar kementerian dalam membuat kebijakan kata Sofyan, seringkali timbul akibat perbedaan data yang dimiliki oleh masing-masing kementerian. Lantaran data yang tersedia berbeda-beda sering kali timbul perbedaan pendapat antar kementerian apakah perlu dilakukan impor atau tidak.
(rrd/rrd)











































