Lalu lintas udara di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten terkenal sebagai salah satu bandara terpadat ke-8 di dunia. Hal tersebut membuat antrean panjang pesawat pada saat take off (terbang) maupun landing (mendarat).
Untuk mengurai 'kemacetan' lalu lintas udara di Bandara Soetta, pemerintah akan menambah modal melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMN) dari APBN 2016 sebesar Rp 2 triliun kepada PT Angkasa Pura (Persero) II, selaku pengelola Bandara Soetta.
"Kita tahu bahwa AP (Angkasa Pura) saat ini melayani 77 pesawat per jam, dari kapasitas 72 pesawat per jam. Kita rasakan itu, kapasitas yang ada sudah melampaui," ujar Deputi bidang Usaha Konstruksi, Sarana, dan Prasarana Perhubungan, Kementerian BUMN, Pontas Tambunan, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini menimbulkan kepadatan dan delay," ucapnya.
Ia mengatakan, AP II berencana untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas udara tersebut, namun tentunya dibutuhkan dana yang cukup besar, sehingga pemerintah berencana untuk menambah modal melalui PMN sebesar Rp 2 triliun. Rencananya untuk pengembangan Bandara Soetta seperti penambahan runway, dan terminal baru.
"AP saat ini sedang menata seluruh Bandara Soekarno-Hatta yang juga membutuhkan biaya yang ada. Kalau seluruhnya digunakan dari dana ekuitas dan perbankan, akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu kami mohon untuk dapat (Komisi VI DPR) menyetujui PMN untuk AP 2 sebesar Rp 2 triliun," kata Pontas.
(rrd/hen)










































