Demikian dikatakan Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit saat konferensi pers Franchise & License Expo Indonesia 2015, di Kopitiam, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
"Akan ada yang masuk 50 waralaba asing ke Indonesia. Kebanyakan Food and Beverage (makanan dan minuman), kayak waralaba ayam goreng dari AS, yang lain-lain juga banyak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waralaba asing di Indonesia 200 waralaba tahun lalu, tahun ini yang mau masuk 50. Kalau waralaba lokal ada 800 waralaba. Tapi omzet lebih besar asing, 60% asing," kata dia.
Meskipun begitu, Levita menyebutkan, eksistensi waralaba lokal masih cukup kuat untuk menghadapi gempuran waralaba asing.
"Kita prepare perusahaan waralaba lokal kita, dia harus punya kualitas bagus, kreatif, dengan masuknya waralaba asing, ini bagus untuk persaingan sehingga bisa berkompetisi, anak muda kita juga kreatif," ucap Levita.
Sedikitnya akan ada 300 merek waralaba terbaik dari 16 negara akan dihadirkan dalam Franchise & License Expo Indonesia, yang akan berlangsung pada 11-13 September 2015, di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), mulai pukul 10.00-21.00 WIB dan terbuka untuk umum. Pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 50.000 yang berlaku untuk 3 hari.
(drk/hen)











































