Harga Kedelai Lokal Jatuh, Ini Solusi Mentan Amran

Harga Kedelai Lokal Jatuh, Ini Solusi Mentan Amran

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2015 18:47 WIB
Harga Kedelai Lokal Jatuh, Ini Solusi Mentan Amran
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku prihatin dengan jatuhnya harga kedelai di tingkat petani saat ini. Untuk membantu para petani, Amran meminta para pengusaha, terutama importir kedelai, untuk membeli sebanyak-banyaknya kedelai lokal.

"Ini harus serap kedelai lokal. Kami harapkan supaya kedelai lokal diserap para pengusaha yang butuh kedelai, importir dan lain-lain," kata Amran usai Rapat Kerja dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Pihaknya berencana mewajibkan para importir untuk menyerap kedelai lokal dengan harga yang menguntungkan dalam jumlah tertentu disesuaikan dengan izin impor yang diperoleh. Dengan begitu para petani lebih termotivasi untuk menanam kedelai. "Kami himbau kalau bisa importir menyerap juga kedelai dari dalam negeri," tegas Amran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, harga kedelai lokal di tingkat petani saat ini terperosok hingga di bawah Rp 6.000/kg. Sementara di sisi lain, harga kedelai impor justru melonjak sampai di atas Rp 7.000/kg akibat menguatnya nilai dolar hingga Rp 14.000.

"Ini memang agak paradoks, harga kedelai petani kita turun saat panen. Di Klaten panen 200-an hektar itu cuma Rp 6.000/kg. Padahal dolar naik membuat harga kedelai impor agak naik. Per kemarin harga kedelai impor Rp 7.000/kg," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring.

Tak hanya di Klaten, Jawa Tengah, harga kedelai juga jatuh di sentra-sentra-sentra lainnya. Di luar Jawa, harga kedelai terperosok lebih parah lagi. Di Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam, harga kedelai hanya Rp 4.500/kg di tingkat petani. Begitu juga di Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Saya kemarin dapat informasi dari Kadis Pertanian Pidie Jaya, kedelai petani di sana hanya dihargai Rp 4.500/kg. Saya dapat telepon juga dari Kadis Pertanian Sulsel, harga kedelainya turun," tutur Hasil.

Dia mengungkapkan, kerugian petani kedelai akibat kejatuhan harga ini sangat besar. Biaya yang dikeluarkan petani untuk menanam kedelai mencapai Rp 7.000/kg, sementara harga jualnya saat ini di bawah Rp 6.000/kg. "Petani kedelai pasti rugi. BEP-nya (Break Event Point) itu sekitar Rp 7.000/kg," katanya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads