Menko Darmin Rapat 4 Jam dengan Thomas Lembong, Ini Hasilnya

Menko Darmin Rapat 4 Jam dengan Thomas Lembong, Ini Hasilnya

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2015 21:36 WIB
Menko Darmin Rapat 4 Jam dengan Thomas Lembong, Ini Hasilnya
Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution sore ini mengumpulkan beberapa menteri dan pimpinan lembaga untuk membahas persoalan pangan, khususnya terkait dengan pengelolaan data dari sapi.

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Perdagangan Thomas Lembong beserta jajaran, dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladnoβ€Ž. Kemudian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dan Direktur Keuangan Bulog Iryanto Hutagaol.

Rapat berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 4 jam dari pukulβ€Ž 17.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi kita rapat koordinasi dengan Kemendag dan Kementan dan BPS. Ini adalah bagian dari proses kita mengakuratkan data, kalibrasi data. Yang tadi kita sempat bahas adalah daging," ungkap Darmin saat meninggalkan kantornya, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

β€ŽData ini akan menjadi gambaran dari kebutuhan konsumsi daging di dalam negeri, populasi daging sapi dan kebutuhan impor daging atau sapi. Darmin menyebutkan gambaran sementara bahwa Indonesia butuh impor sapi indukan yang cukup besar.

"Kelihatannya kita β€Žbukan hanya memerlukan impor sapi bakalan, kita juga perlu impor sapi indukan. Karena memang populasi kita memang turun. Jadi sehingga tak heran kalau harganya naik," jelasnya.

Menurut Darmin, populasi dari sapi diharapkan bisa setara dengan hasil Sensus Pertanian beberapa tahun lalu. Di mana populasi sapi mencapai 12 juta ekor.

"Impor sapi indukan, itu mungkin dalam beberapa tahun terus ada untuk kembali ke populasi yang terjadi waktu Sensus Pertanian 2012. Kalau ditunda itu makin lama kekurangan itu terjadi. Barangkali untuk indukan itu butuh 4-5 tahun baru selesai," paparnya.

Darmin menyampaikan masih ada beberapa kali lagi rapat yang harus dilakukan pemerintah untuk pengambilan keputusan. Yaitu dengan satu kali rapat secara teknis dan rapat di tataran menteri, sebelum disampaikan kepada Presiden Joko widodo (Jokowi).

"Memang angkanya belum final mungkin perlu satu kali rapat lagi sama sekali rapat tingkat menteri," tukasnya.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads