"Saya mengatakan negara kita belum memiliki periode krisis, perlambatan pelemahan masih bisa kita atasi. Saya sependapat dengan anjuran para pemimpin tak perlu panik, tenang itu bagus, agar tidak panik perlu langkah yang jitu cespleng," kata SBY dalam pidatonya di depan para pengurus Partai Demokrat, di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (27/8/2015).
Hadir dalam acara ini jajaran pengurus Partai Demokrat antara lain Roy Suryo, Hinca Pandjaitan, Sudi Silalahi, Ani Yudhoyono, Dipo Alam, Amir Syamsuddin, Agus Hermanto dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya ada beberapa saran yang memang perlu dilakukan pemerintah saat ini, yaitu Pertama, menjaga pertumbuhan ekonomi, agar tidak turun, bahkan bila perlu bisa naik.
Kedua, perlu stabilisasi harga, seperti stabilisasi harga daging yang saat ini masih tinggi.
Ketiga, pemerintah perlu upaya melakukan pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam hubungan industrial.
"Saya dengar sudah mulai ada gelombang PHK, harus dicegah, beri insentif untuk pengusaha, beri kerenggangan. Do something untuk pelaku usaha agar tidak melakukan PHK baru," katanya.
Keempat, soal kebijakan moneter, saat ini ada kecenderungan dolar AS meningkat dibanding dengan mata uang di negara-negara berkembang termasuk terhadap rupiah. Menurutnya dengan dolar sudah mencapai Rp 14.000 harus ada yang dilakukan dalam kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI).
"BI harus melakukan sesuatu. Kalau terlalu rendah nilai rupiah kita, banyak perusahaan yang meminjam dengan dolar, banyak yang akan bangkrut, bisa kolaps," katanya.
Kelima, dari sisi fiskal harus lebih cermat dalam menghitung penerimaan pajak sehinga harus pas, yang kaitannya dengan porsi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Keenam, SBY berpesan agar pemerintah bisa menenangkan masyarakat bahwa pemerintah punya solusi, termasuk terbuka. Kondisi yang dihadapi Indonesia juga dialami oleh negara lain seperti China, Malaysia. SBY juga berpesan tak perlu ada yang menyalahkan pihak pemerintah.
"Enam hal penting yang barangkali jadi masukan saya, saya tahu pemerintah sudah mempunyai banyak hal untuk memperbaiki gejolak, tapi barangkali pengalaman saya bisa berguna. Saya tidak bermaksud, dulu waktu saya memimpin semuanya serba baik, tidak juga," katanya.
SBY menegaskan semua pihak tak perlu menyalahkan siapa-siapa, masing-masing mengambil tanggungjawabnya. Ia menegaskan pemerintah perlu didukung penuh.
(hen/rrd)











































