"Kami akan perkuat pasar di 8 negara," kata Direktur Utama PT Pertamina Lubricants (PTPL) Gigih Wahyu Hari Irianto, saat diskusi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (28/8/2015).
Pelumas yang dijual untuk memenuhi industri otomotif, industri, hingga kapal laut. Negara yang diperkuat pasarnya seperti Singapura, Thailand, Myanmar, Vietnam, Arab, Afrika Selatan, Malaysia, dan Australia.
"Yang terbesar Thailand, Singapura kedua. Afrika Selatan juga lumayan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina juga punya basis produksi di Thailand. Basis produksi ini dipakai untuk memasok pasar Thailand dan negara sekitarnya. "Thailand produksi baru 3.500 KL tapi mau kita naikkan. Thailand basis produksi pertama di luar negeri kalau sisanya diekspor dari Indonesia," tuturnya.
Pelumas Pertamina kini menguasai hampir 60% pangsa pasar di tanah air. Pertamina harus bersaing dengan pelumnas dari produsen dunia. "Kalau di Indonesia terbesar produksi pelumnas otomotif, industri untuk pembangkit dan marine," ujarnya.
(feb/dnl)










































