Direktur Utama PT Pertamina Lubricants (PTPL), Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan, mayoritas penjualan pelumas Pertamina adalah di dalam negerii. Meski ada ekspor yang dialkukan ke 8 negara. Jadi, penurunan harga minyak dunia tidak serta merta membuat produsen pelumas untung.
Pelumas merupakan produk turunan dari minyak. Bahan baku pelumas ini dibeli dengan dolar, sementara dolar saat ini tengah tinggi. Jadi bahan baku dibeli dengan dolar, namun produk dijual dengan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dapat marjin dari penurunan harga minyak 1-3%. Dia dipakai untuk kompensasi ke konsumen. Daya beli turun. Kita beri diskon," ujarnya.
Jumlah penjualan pelumas Pertamina dari Januari-Juli 2015 mencapai 322.254 kiloliter (KL). Bahan baku pelumas berupa base oil dan aditif, ada yang diimpor dan diproduksi di dalam negeri.
"Kalau base oil kami produksi di dalam negeri, sedangkan aditif ada impor tapi kami mau produksi semua di dalam negeri," tuturnya.
(feb/dnl)











































