"Bahwa ekonomi kita mengalami persoalan, ekonomi kita baik makro maupun mikro baik sektor keuangan, menghadapi tekanan yang cukup berat yang dihadai bangsa ini," kata SBY di Hotel Grand Yasmin, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (28/8/2015).
Menurut SBY, ada beberapa faktor yang membuat pertumbuan ekonomi menjadi lamban, salah satunya karena daya beli masyarakat menurun, termasuk kinerja ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, SBY juga melihat perlunya pembelanjaan pemerintah lebih dihemat. Dia menilai bila anggaran pembenjaan bisa dihemat bisa mempengaruhi kondisi ekonomi.
"Dan angka pertumbuhan ekonomi sampai kuartal dua tahun ini menurun karena sudah di bawah 5 persen," tutur Presiden RI ke-6 itu.
SBY menambahkan faktor ekonomi di kawasan Asia ikut berpengaruh melambatnya ekonomi di dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi yang menurun di Tiongkok dinilai SBY sangat berdampak terhadap Indonesia.
"Pertumbuhan di Asia sudah menurun. Tiongkok menurun. Padahal Indonesia dan Tiongkok punya hubungan kuat dalam kerjasama ekonomi. Tentu juga menurunnya Malaysia serta Singapura membuat Indonesia juga kena," tuturnya.
(hat/hen)
