Enam poin kesepakatan tersebut antara lain pencegahan illegal fishing (pencurian ikan), manajemen perikanan konservasi, pertukaran informasi dan tekhnologi perikanan, penelitian dan pertukaran ahli, dan pengembangan sumber daya manusia dalam perikanan dan kelautan antar kedua negara.
"Kami ke sini untuk bertemu menteri (Susi) dan tandatangin MoU (memorandum of understanding). Ini akan perkuat kerja sama Indonesia dan Timor Leste secara resmi. Sekaligus jadi satu syarat komitmen dalam pemberantasan illegal fishing," kata Estanislau ditemui di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga masalah ilegal fishing di Timor Leste. Kita tak banyak memiliki kapabilitas, maka kami kerjasama dengan negara tetangga kita, seperti Indonesia yang memiliki pengalaman bagus dalam pemberantasan illegal fishing," tutur Estanislau.
Dari 6 poin tersebut, secara spesifik, lanjut Estanislau, kedua negara akan melakukan pemberantasan pencurian ikan dengan menggelar patroli bersama secara rutin. Dengan kerjasama ini, kapal-kapal aparat keamanan kedua negara bisa melakukan koordinasi dalam mengejar pelaku illegal fishing yang bersembunyi di wilayah perbatasan masing-masing.
Kesepakatan lainnya, Timor Leste bakal mengirimkan sumber daya manusia untuk bersekolah di sekolah-sekolah perikanan yang dikelola KKP.
Susi sendiri menyebutkan, sejumlah keuntungan Indonesia yang didapatkan dari kerjasama ini adalah bisa melakukan koordinasi pengejaran kapal pencuri ikan yang bersembunyi di perairan Timor Leste.
"Ini untuk menangkal illegal fishing (pencurian ikan) termasuk bentuk pengejaran pelaku illegal fishing yang memanfaatkan perbatasan. Berbagi data, patroli bersama, hingga kerja sama dalam perdagangan," jelasnya.
Dirinya juga membuka seluas-luasnya warga Timor Leste belajar pengelolaan perikana di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.
"Beberapa orang akan dilatih di Indonesia untuk tingkatkan kapasitas dan tingkatkan industri perikanan mereka. Dan kami harap bisa membentuk working group di bawah kerjsama ini," ujar Susi.
(rrd/rrd)











































