Menteri Basuki: Mengelola Sungai Lebih Sulit daripada Mengelola Minyak

Menteri Basuki: Mengelola Sungai Lebih Sulit daripada Mengelola Minyak

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 29 Agu 2015 16:58 WIB
Menteri Basuki: Mengelola Sungai Lebih Sulit daripada Mengelola Minyak
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bertemu dengan sekitar 500-an warga Komunitas Sungai yang merupakan peserta Konggres Sungai Indonesia (KSI) I Tahun 2015 yang berlangsung di Banjarnegara, Jawa Tengah 26 -30 Agustus 2015.

Dalam kesempatan itu, Basuki menyampaikan betapa pentingnya melakukan pengelolaan sumber daya air yang baik dan tepat guna.

"Mengelola sungai itu jauh lebih sulit daripada mengelola minyak bumi," tutur Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basuki mengatakan, sulitnya mengelola air karena Indonesia memiliki lebih dari 5.500 sungai utama dengan 65 ribu anak sungai. Panjang total sungai utama mencapai 94.573 km dengan luas daerah aliran sungai mencapai 1.512.466 km2.

Selain itu, pola perilaku masyarakat sudah mulai berubah sehingga menuntut upaya penyelamatan dan pelestarian sumberdaya air dilakukan dengan usaha yang ekstra besar. Untuk itu, dirinya sangat menghargai kesempatan diskusi interaktif yang juga dihadiri bupati dan wakil bupati Banjarnegara tersebut.

"Ini ajang yang baik bagi kita untuk saling bertukar pikiran, mengingat tantangan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air (SDA) ke depan akan semakin menuntut perhatian khusus karena dinamika masyarakat yang semakin meningkat dan kondisi alam yang memerlukan perhatian kita semua," sambung Basuki.

Basuki menyatakan, komunitas sungai merupakan mitra penting bagi Kementerian PUPR yang dia pimpin. Karenanya, menteri Basuki mengajak komunitas sungai dan stakeholder yang lain, bersama sama mengelola sungai dengan baik. Ia pun meminta kongres jangan hanya menghasilkan rekomendasi saja tapi harus membuahkan langkah nyata yang bisa dijadikan contoh bagaimana mengelola sungsi yang ramah lingkungan.

Atas dasar itu Menteri Basuki menawarkan kepada komunitas sungai untuk menyusun pilot project pengelolaan sumber daya air (SDA) sungai yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. "Silahkan ajukan satu atau dua program, nanti saya bawa untuk dianggarkan di 2016," katanya.

Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015 sendiri digelar 26-30 Agustus, dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Banjarnegara Tedjo Slamet Utomo, serta ketua konggres Eva Sundari. Acara pembukaan berlangsung di halaman Balai Budaya Selamanik, Rabu (26/8/2015) lalu.

(dna/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads