Ekonomi negeri samba ini minus 1,9% di kuartal II-2015 dibandingkan kuartal I-2015. Penurunan ekonomi terjadi berturut-turut selama dua kuartal.
"Semua sektor ekonomi menurun," kata Ekonom dari Capital Economics, Neil Shearing, dilansir dari CNN, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Ekspor Brasil ke China dalam 10 tahun terakhir naik tinggi. Sekarang dengan perlambatan ekonomi China, ekspor Brasil menurun.
- BUMN minyak Brasil, yaitu Petrobras, tengah mengalami skandal korupsi besar, yang disebut berkaitan dengan partai politik dari Presiden Dilma Rousseff. Skandal pencucian uang terjadi di sektor minyak, bisnis, dan politik.
- Harga dari komoditas yang dihasilkan Brasil, seperti minyak, gula, kopi, dan logam harganya sedang turun. Komoditas merupakan salah satu mesin perekonomian Brasil
Pada Juli lalu, skandal korupsi meluas. Polisi Brasil menangkap sejumlah pejabat dari BUMN listrik negara tersebut, yaitu Electrobras, karena berkaitan dengan pencucian uang di Petrobras.
Semakin dalam penyelidikan, makin banyak temuan keterlibatan pejabat negara dalam kasus korupsi tersebut.
Kasus korupsi yang meluas ini menurunkan kepercayaan para pelaku usaha di Brasil.
Investasi turun hampir 12% di kuartal II-2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun ini, nilai mata uang real Brasil, turun 25% terhadap dolar AS. Impor di negara ini juga turun 12% sepanjang kuartal II-2015 dibandingkan dengan kuartal II-2014.
Penurunan nilai mata uang ini, membuat perusahaan di Brasil yang memiliki utang dalam bentuk dolar AS, semakin berat untuk membayar.
Dalam jangka panjang, turunnya nilai mata uang ini, ujar Shearing, bisa membuat barang ekspor Brasil menjadi murah sehingga berdaya saing. Namun harus ada solusi jangka pendek terlebih dahulu.
Banyak ahli ekonomi mengatakan, resesi di Brasil akan terjadi paling tidak hingga akhir tahun ini.
(dnl/dnl)











































