Menteri Susi: Sekarang Tak Ada Lagi Bahasa Program Bersayap

Menteri Susi: Sekarang Tak Ada Lagi Bahasa Program Bersayap

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 31 Agu 2015 12:36 WIB
Menteri Susi: Sekarang Tak Ada Lagi Bahasa Program Bersayap
Ilustrasi (Foto: dok.detikFinance)
Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 telah diserahkan secara resmi oleh pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam waktu sekitar sebulan ke depan, rancangan tersebut akan dibahas dan kemudian disahkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku sudah banyak perubahan mendasar yang dilakukan kementeriannya dalam penyusunan program. Di antaranya tidak ada lagi program dengan bahasa bersayap yang diajukan.

Bahasa bersayap yang dimaksud adalah, program dengan judul seperti pengembangan, penguatan dan sejenisnya. Di mana, menurut Susi tidak memiliki indikator yang jelas dan kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahasa juga sekarang tidak boleh menggunakan bahasa penguatan, pengembangan, Konkret saja, misalnya beli kapal. Tidak ada lagi bahasa bersayap sudah tidak ada," ungkapnya di Gedung Mina‎ Bahari, Kantor KKP, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Susi juga mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari kecepatan kerja. Bahwa yang menjadi perencanaan program di kementerian harus jelas dan tepat. Karena KKP merupakan kementerian teknis, maka programnya juga harus teknis.

"Kecepatan itu berarti mengerjakan dengan lebih konkret," tegasnya.

Bila ini terealisasi dengan baik, maka akan sekaligus mendorong percepatan penyerapan anggaran yang sekarang tengah menjadi permasalahan. Pola lelang dan tender akan dipercepat, sehingga pada awal tahun, penyerapannya jadi lebih besar.

"‎Kalau sekarang kan kendalanya pemerintah baru, pergantian pemerintah, pada pemerintah sebelumnya juga bulan-bulan segini masih rendah, Tapi kita masih baru, penyesuaian-penyesuaian, masih banyak aturan yang harus diseusaikan," tukasnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads