Demikian disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, saat pengairan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (31/8/2015).
"Ini adalah waduk ke-231 di Indonesia. Tapi di Sungai Cimanuk bendungan ini hanya satu ini di Cimanuk. Kalau ada waduk di Sungai Cimanuk, pasti ada dampak bagi Sumedang. Waduk Jatigede akan mengairi bukan hanya Sumedang tapi sampai ke Indramayu," tutur Basuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal yang terkendala dampak genangan.
Desa Jemah Kecamatan Jatigede, merupakan desa yang pertama kali digenangi air Sungai Cimanuk. Butuh 18 hari menenggelamkan desa ini. Sementara untuk menenggelamkan 28 desa, butuh waktu sekitar enam bulan.
Dalam peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakat Pembangunan Waduk Jatigede, 28 desa itu disebutkan berada di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Di kecamatan Jatigede ada lima desa yang terendam, yaitu Desa Jemah, Ciranggem, Mekarasih, Sukakersa dan Cijeungjing.
Kecamatan Jatinunggal hanya ada dua desa, yaitu Desa Sirnasari dan Pawenang. Kemudian Kecamatan Wado, Desa Wado, Padajaya, Cisurat, dan Sukapura.
Sementara desa yang paling banyak terendam berada di Kecamatan Darmaraja. Ada 13 desa yaitu Desa Cipaku, Pakualam, Karangpakuan, Jatibungur, Sukamenak, Leuwihideung, Cibogo, Desa Sukaratu, Tarunajaya, Ranggon, Neglasari, Darmajaya.
Di Kecamatan Cisitu, Desa Pajagan, Ciguntung, Cisitu, dan Sarimekar tergenang Bendungan Jatigede.
(dnl/aca)










































