Menteri Susi: Jangan Ada Lagi Program dengan Bahasa 'Bersayap'

Menteri Susi: Jangan Ada Lagi Program dengan Bahasa 'Bersayap'

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 31 Agu 2015 13:22 WIB
Menteri Susi: Jangan Ada Lagi Program dengan Bahasa Bersayap
Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 telah diserahkan secara resmi oleh pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam waktu sebulan ke depan, rancangan tersebut akan dibahas dan kemudian disahkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menuturkan, sudah banyak perubahan mendasar yang dilakukan dalam penyusunan program. Di antaranya, tidak ada lagi program dengan bahasa bersayap yang diajukan.

Bahasa bersayap yang dimaksud adalah, program dengan judul seperti pengembangan, penguatan, dan sejenisnya. Menurut Susi, program seperti itu tidak memiliki indikator yang jelas dan kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahasa juga sekarang tidak boleh menggunakan bahasa penguatan, pengembangan. Konkret saja, misalnya beli kapal. Tidak ada lagi bahasa bersayap, sudah tidak ada," ungkapnya, di kantor KKP, Gedung Mina‎ Bahari, Jakarta, Senin (31/8/2015)

Susi mengatakan, perencanaan program di kementerian harus jelas dan tepat. Karena KKP merupakan kementerian teknis, maka programnya juga harus teknis.

"Kecepatan itu berarti mengerjakan dengan lebih konkret," tegasnya.

Bila ini terealisasi dengan baik, maka akan sekaligus mendorong percepatan penyerapan anggaran yang sekarang tengah menjadi permasalahan. Pola lelang dan tender akan dipercepat, sehingga pada awal tahun, penyerapannya jadi lebih besar.

"‎Kalau sekarang kan kendalanya pemerintah baru, pergantian pemerintah, pada pemerintah sebelumnya juga bulan-bulan segini masih rendah, Tapi kita masih baru, penyesuaian-penyesuaian, masih banyak aturan yang governance yang harus diseusaikan," tukasnya.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads