Ini untuk mempertahankan nilai budaya daerah di area genangan waduk yang mulai diisi air hari ini.
"Saat pengoperasian saya usulkan kepada Presiden mengganti menjadi waduk Tembong Agung kalau disetujui," ujar Basuki, saat peresmian pengoperasian Waduk Jatigede, di Sumedang, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usulan penggantian nama untuk menghormati kerajaan yang pernah berdiri di sini, kerajaan Tembong Agung," jelasnya.
Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur yang sama-sama berada di Jawa Barat. Nilai investasi Waduk Jatigede adalah US$ 467 juta, atau sekitar Rp 6,5 triliun dengan kurs yang sekarang. Kontraktor waduk ini adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk.
Waduk ini punya banyak manfaat bagi warga sekitar dari mulai irigasi untuk areal pertanian seluas 90.000 hektar, yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Majalengka, Sumedang, dam Indramayu.
Waduk Jatigede juga menghasilkan air baku 3,5 meter kaki kubik per detik, serta dapat menunjang operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 110 megawatt (MW), dan menangkal banjir.
(dna/dnl)











































