Untuk mengisi waduk hingga penuh atau mencapai muka air mencapai tinggi yang perlukan, dibutuhkan waktu sekitar 219 hari atau lebih dari 7 bulan.
Kepala Satuan Kerja Pembangunan Waduk Jatigede Airlangga Mardjono menjelaskan, untuk mengisi waduk ini hingga penuh maka langkah yang dilakukan hari ini adalah menutup pintu Diversion Tunnel atau terowongan pengelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terowongan ini terletak di bawah bangunan bendungan yang mengalirkan air dari aliran Sungai Cimanuk. Dengan penutupan pintu terowongan pengelak ini maka aliran sungai akan terbendung dan secara perlahan permukaan air di sungai tersebut akan naik dan tergenang.
"Total sampai sampai penuh sekitar 219 hari. Kita butuh waktu itu untuk benar-benar tinggi muka air mencukupui untuk mulai beroperasi. Maksudnya beroperasi itu, tinggi muka airnya bisa mengisi saluran-saluran yang terhubung dengan jaringan irigasi dan elevasi yang cukup untuk membuat air bisa memutar turbin PLTA. Kan Jatigede nanti ada PLTA-nya," jelas Mardjono di Waduk Jatigede, Jawa Barat, Senin (31/8/2015).
Ia tak menjelaskan berapa tinggi muka air yang dimaksud, namun bendungan ini secara teknis didesain untuk menahan air dengan tinggi muka air mencapai 263 meter.
Ia mengatakan bahwa untuk tahap awal, waduk akan diisi air sampai elevasi atau tinggi muka air mencapai 204 meter selama 12 hari. Tahap kedua, dari 204-221 meter selama 48 hari.
"Pada penggenangan tahap awal, air akan mencapai wilayah permukiman penduduk di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, dalam 14 hari dan kemudian air akan menggenangi Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja dalam 50 hari," tambah Airlangga.
Pantauan detikFinance di lapangan, tingi muka air di Sungai Cimanuk perlahan mulai naik meskipun tidak signifikan. Dari meteran pengukur di pintu terowongan pengelak terjadi kenaikan muka air setinggi 6 meter sejak pintu ini ditutup. Warga diminta menjauihi aliran sungai dan bagi warga yang telah menerima pembayaran agar segera menempati lokasi baru.
(dna/hen)