Pembahasan dilakukan atas pesawat-pesawat Merpati yang dibeli dari China. Armada pesawat tersebut tidak lagi terbang karena Merpati mengalami masalah keuangan dan izin terbangnya dicabut.
"Ini kan sedang dibicarakan untuk bagaimana pesawat-pesawat China itu, kan Merpati tidak beroperasi. Solusinya kita bicarakan," kata JK di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan soal merpati, pesawat ini kan dibeli dengan kredit pemerintah. Maka akan diselesaikan dengan pabrik pesawatnya," kata JK.
Kredit pembelian pesawat ini memang disepakati dan diambil oleh pemerintah, bukan oleh Merpati sebagai badan usaha. Sehingga ketika oeprasional Merpati mandek, pemerintah yang kena getahnya.
"Soal pesawatnya yang kreditnya oleh pemerintah bukan oleh Merpati dan pemerintah cari jalan keluarnya. Bagaimana pesawat itu kita bicarakan dengan pabriknya karena itu baru kan. Karena itu harus dibicarakan," ungkapnya.
"Kita tidak bicara utang merpati karena merpati sudah kolaps. Yang bicara utang pemerintah ke pembelian pesawat Merpati," katanya.
Seperti diketahui, pada 2005 lalu Merpati membeli 15 pesawat jenis MA 60 dari Xian Aircraft Industry Company Ltd. Nilai pembelian pesawat mencapai US$ 230 juta.
Namun karena saat itu keuangan Merpati masih berdarah-darah, maka akhirnya kerja sama pembelian pesawat dilakukan secara government to government antara Indonesia dan China.
(ang/dnl)











































