"Beliau sudah go jam 17.00 tadi," kata Kepala Humas Data Statistik dan Informasi KKP Lilly Aprilya Pregiwati di kantor KKP, Senin (31/8/2015)
Rencananya Susi akan menjadi pembicara dalam penanganan illegal fishing saat di Fiji. Susi juga akan mengecek langsung keberadaan sejumlah ABK Indonesia yang dikabarkan bekerja dalam kondisi tak layak di Fiji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi sempat mengungkapkan, dirinya sudah mendapat laporan dari Fiji terkait banyaknya warga negara Indonesia yang bekerja di sejumlah kapal ikan, dan saat ini dalam kondisi sangat memprihatinkan.
"Kita punya 210.000 orang yang kerja di kapal asing. Di Fiji saya diundang ke sana, ada banyak orang Indonesia yang diperlakukan dengan sangat tidak baik seperti budak. Jam kerja sampai 20 jam, dibayar juga minim," beber Susi.
Sebelum melakukan lawatan ke Fiji, dalam beberapa kesempatan, Susi berulangkali mengimbau ABK asal Indonesia tidak bekerja di kapal-kapal asing, khususnya kapal penangkap ikan. Alasannya, banyak pemilik kapal asing yang memperlakukan ABK secara tidak manusiawi.
"Jangan kerja di luar negeri, bukan larangan, itu imbauan. Apalagi di kapal-kapal ikan, Pasti 90% sangat jelek, perusahaan-perusahaan asing perlakukan orang kita di atas kapal seperti budak," ucap Susi.
(hen/hen)











































