Cabai Rawit Sampai Uang Sekolah Naik di Agustus 2015

Cabai Rawit Sampai Uang Sekolah Naik di Agustus 2015

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2015 13:13 WIB
Cabai Rawit Sampai Uang Sekolah Naik di Agustus 2015
Jakarta - Laju inflasi di Agustus 2015 mencapai 0,39%. Ini disebabkan oleh kenaikan sejumlah harga yang terjadi selama Agustus. Mulai dari harga daging, uang sekolah, tarif listrik hingga jalan tol.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin memaparkan sejumlah penyebab inflasi di Agustus 2015:

  • Daging ayam ras, naik 6,08%. Andil ke inflasi 0,08%. Ini karena kurangnya pasokan. Kenaikan harga terjadi di 65 kota, dan tertinggi di Bandar Lampung dan Bulu Kumba
  • Beras harganya naik rata-rata 1,6%. Andil ke inflasi 0,6%. Ini karena berkurangnya pasokan karena musim panas. Kenaikan harga terjadi di 65 kota, tertinggi Bandar Lampung dan Bulu Kumba
  • Cabai rawit harganya rata-rata naik 24,01%. Andil ke inflasi 0,05%. Ini karena pasokan berkurang dan gagal panen. Kenaikan herga terjadi di 75 kota, tertinggi di Merauke dan Probolinggo
  • Uang SD naik 4,75% karena ada tahun ajaran baru. Andil ke inflasi 0,04%. Kenaikan terjadi di 58 kota, tertinggi Malang dan Mataram
  • Telur ayam ras naik 4,27%. Andil ke inflasi 0,03%. Ini karena pasokan berkurang Kenaikan terjadi di 55 kota, tertinggi di Kediri dan Semarang
  • Uang sekolah SMP naik 5,4%. Andil ke inflasi 0,03%. Ini karena memasuki tahun ajaran baru. Kenaikan terjadi di 53 kota, tertinggi Bima dan Mataram
  • Uang sekolah SLTA naik 4,11%. Andil ke inflasi 0,03%. Ini terjadi di 43 kota, tertinggi Padang dan Tanjung Pandan
  • Mie naik 1,39%. Andil ke inflasi 0,02%. Ini karena kenaikan gandum impor, akibat nilai tukar rupiah naik. Kenaikan terjadi di 23 kota, tertinggi di Pare-pare dan Lhokseumawe
  • Nasi dan lauk naik 1,1%. Andil ke inflasi 0,02% karena bahan bakunya ada yang naik. Kenaikan terjadi di 22 kota, tertinggi Tanjung, Bengkulu, dan Banyuwangi
  • Daging sapi naik 1,27%. Andil ke inflasi hanya 0,01%, karena berkurangnya pasokan. Kenaikan di 44 kota, tertinggi Bungo dan Pematang Siantar
  • Tarif listrik naik 0,25%. Andil ke inflasi 0,01% karena peraturan pemerintah. Kenaikan terjadi di 80 kota, tertinggi Pontianak
  • Uang perguruan tinggi naik 0,57%. Andil ke inflasi 0,01%. Ini karena tahun ajaran baru. Kenaikan terjadi di 18 kota, tertinggi di Sampit dan Bengkulu
  • Uang bimbingan belajar naik 2,52%. Andil ke inflasi 0,1%, karena tahun ajaran baru. Kenaikan terjadi di 8 kota, tertinggi di Tangerang dan Serang
  • Tarif jalan tol, naik lagi setelah turun 25% di masa lebaran. Andil ke inflasi 0,1%. Kenaikan terjadi di 13 kota, tertinggi di Makassar dan Bekasi

"Bobot beras hampir 4%, kalau harga beras naik 5%, itu 0,2 persen sendiri dari beras, jadi inflasi itu dari beras sendiri 0,2%, jadi mengontrol beras itu penting karena bobotnya besar," tutur Suryamin di kantornya, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada juga pemicu deflasi sepanjang Agustus 2015, atau yang harganya turun, yaitu:

  • Bawang merah turun 15,92%. Andil ke deflasi 0,08%. Karena pasokan cukup. Penurunan terjadi di 77 kota, tertinggi di Banyuwangi dan Tanjung
  • Tarif angkutan udara turun 4,7%. Karena turun pasca lebaran. Andil ke deflasi 0,07%. Penurunan terjadi di 37 kota, tertinggi di Singkawang, Pontianak, dan Manado
  • Tarif bus antar kota turun 6,08%. Andil ke deflasi 0,05%. Penurunan tertinggi di Purwokerto, Cirebon, dam Jember
  • Tomat sayur, turun 8,04%. Andil ke deflasi 0,02% karena pasokan banyak di awal musim panas. Penurunan di 52 kota, tertinggi Manado, Gorontalo
  • Emas perhiasan turun 1,1%. Andil ke deflasi 0,01%, karena mengikuti pergerakan harga dunia. Penurunan harga terjadi di 61 kota, tertinggi di Tanjung Pandan, Singkawang, Probolinggo, dan Semarang
  • Tarif kereta api turun 5,46%. Andil ke deflasi 0,01% karena harga normal setelah lebaran. Penurunan terjadi di 19 kota, tertinggi di Cirebon dan Semarang.
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads