Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin memaparkan sejumlah penyebab inflasi di Agustus 2015:
- Daging ayam ras, naik 6,08%. Andil ke inflasi 0,08%. Ini karena kurangnya pasokan. Kenaikan harga terjadi di 65 kota, dan tertinggi di Bandar Lampung dan Bulu Kumba
- Beras harganya naik rata-rata 1,6%. Andil ke inflasi 0,6%. Ini karena berkurangnya pasokan karena musim panas. Kenaikan harga terjadi di 65 kota, tertinggi Bandar Lampung dan Bulu Kumba
- Cabai rawit harganya rata-rata naik 24,01%. Andil ke inflasi 0,05%. Ini karena pasokan berkurang dan gagal panen. Kenaikan herga terjadi di 75 kota, tertinggi di Merauke dan Probolinggo
- Uang SD naik 4,75% karena ada tahun ajaran baru. Andil ke inflasi 0,04%. Kenaikan terjadi di 58 kota, tertinggi Malang dan Mataram
- Telur ayam ras naik 4,27%. Andil ke inflasi 0,03%. Ini karena pasokan berkurang Kenaikan terjadi di 55 kota, tertinggi di Kediri dan Semarang
- Uang sekolah SMP naik 5,4%. Andil ke inflasi 0,03%. Ini karena memasuki tahun ajaran baru. Kenaikan terjadi di 53 kota, tertinggi Bima dan Mataram
- Uang sekolah SLTA naik 4,11%. Andil ke inflasi 0,03%. Ini terjadi di 43 kota, tertinggi Padang dan Tanjung Pandan
- Mie naik 1,39%. Andil ke inflasi 0,02%. Ini karena kenaikan gandum impor, akibat nilai tukar rupiah naik. Kenaikan terjadi di 23 kota, tertinggi di Pare-pare dan Lhokseumawe
- Nasi dan lauk naik 1,1%. Andil ke inflasi 0,02% karena bahan bakunya ada yang naik. Kenaikan terjadi di 22 kota, tertinggi Tanjung, Bengkulu, dan Banyuwangi
- Daging sapi naik 1,27%. Andil ke inflasi hanya 0,01%, karena berkurangnya pasokan. Kenaikan di 44 kota, tertinggi Bungo dan Pematang Siantar
- Tarif listrik naik 0,25%. Andil ke inflasi 0,01% karena peraturan pemerintah. Kenaikan terjadi di 80 kota, tertinggi Pontianak
- Uang perguruan tinggi naik 0,57%. Andil ke inflasi 0,01%. Ini karena tahun ajaran baru. Kenaikan terjadi di 18 kota, tertinggi di Sampit dan Bengkulu
- Uang bimbingan belajar naik 2,52%. Andil ke inflasi 0,1%, karena tahun ajaran baru. Kenaikan terjadi di 8 kota, tertinggi di Tangerang dan Serang
- Tarif jalan tol, naik lagi setelah turun 25% di masa lebaran. Andil ke inflasi 0,1%. Kenaikan terjadi di 13 kota, tertinggi di Makassar dan Bekasi
"Bobot beras hampir 4%, kalau harga beras naik 5%, itu 0,2 persen sendiri dari beras, jadi inflasi itu dari beras sendiri 0,2%, jadi mengontrol beras itu penting karena bobotnya besar," tutur Suryamin di kantornya, Jakarta, Selasa (1/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bawang merah turun 15,92%. Andil ke deflasi 0,08%. Karena pasokan cukup. Penurunan terjadi di 77 kota, tertinggi di Banyuwangi dan Tanjung
- Tarif angkutan udara turun 4,7%. Karena turun pasca lebaran. Andil ke deflasi 0,07%. Penurunan terjadi di 37 kota, tertinggi di Singkawang, Pontianak, dan Manado
- Tarif bus antar kota turun 6,08%. Andil ke deflasi 0,05%. Penurunan tertinggi di Purwokerto, Cirebon, dam Jember
- Tomat sayur, turun 8,04%. Andil ke deflasi 0,02% karena pasokan banyak di awal musim panas. Penurunan di 52 kota, tertinggi Manado, Gorontalo
- Emas perhiasan turun 1,1%. Andil ke deflasi 0,01%, karena mengikuti pergerakan harga dunia. Penurunan harga terjadi di 61 kota, tertinggi di Tanjung Pandan, Singkawang, Probolinggo, dan Semarang
- Tarif kereta api turun 5,46%. Andil ke deflasi 0,01% karena harga normal setelah lebaran. Penurunan terjadi di 19 kota, tertinggi di Cirebon dan Semarang.











































