Harga Tiket Kereta Cepat China Lebih Murah dari Jepang

Harga Tiket Kereta Cepat China Lebih Murah dari Jepang

Suhendra - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2015 16:17 WIB
Harga Tiket Kereta Cepat China Lebih Murah dari Jepang
Jakarta - Jepang dan China menawarkan proposal kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 150 km. Kedua negara berupaya memberikan tawaran paling menarik, agar dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk soal harga tiket.

Berdasarkan berbagai sumber dan hasil analisa keekonomian kedua tawaran kereta cepat tersebut, tercatat beberapa perbedaan mendasar proyek kereta cepat, antara lain:

Jepang menawarkan biaya investasi proyek (capex) kereta cepat Shinkansen E5 hingga US$ 6,223 miliar, atau sekitar Rp 87 triliun. Ini lebih mahal dari China yang menawarkan kereta cepat CRH380A US$ 5,585 miliar, atau sekitar Rp 78 triliun. Sedangkan biaya operasional (opex) untuk kereta CRH relatif lebih mahal, yaitu US$ 103 juta, kalau untuk Shinkansen US$ 89 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menarik, juga terjadi perbedaan proyeksi tarif tiket kedua tawaran. Harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung hanya US$ 16 atau sekitar Rp 224.000/orang (1 dolar = Rp 14.000) dengan skema analisa tawaran China, sedangkan analisa yang ditawarkan Jepang mencapai US$ 21 atau sekitar Rp 294.000/orang.

Sedangkan Financial Internal Rate of Return (FIRR) atau tingkat pengembalian, untuk tawaran China mencapai 5,92%, sedangkan Jepang mencapai 16,77%.

Dalam skema itu, pembiayaan yang ditawarkan China sebanyak 25% dari modal konsorsium yang mencakup konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium China. Sebanyak 75% merupakan pinjaman alias utang yang bunganya 2% per tahun untuk bentuk dolar, dan 3,46% per tahun dalam bentuk yuan.

Sedangkan dalam skema Jepang, rasio utang terhadap modal (DER) diperkirakan 85%, skema bunga pinjaman bank dalam bentuk pijaman yen bunganya 0,1% per tahun, sedangkan bila dalam bentuk rupiah bunganya 14% per tahun.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads