Institute National Development and Financial (Indef) mencatat perkembangan indikator ekonomi sampai Agustus 2015, beberapa di antaranya adalah nilai tukar rupiah yang terus melemah, mulai terjadi aliran modal keluar (capital flight), harga kebutuhan pokok masih masih meningkat.
Selain itu, ada kabar banyak pekerja kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Stabilitas nasional juga terancam oleh demo buruh yang digelar kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri menengah kecil hanya 5-10 orang pekerja, tapi jumlahnya banyak. Satu perusahaan me-lay off itu dikalikan ribuan usaha, maka mencemaskan juga. Banyak sektor stagnan. Banyak buruh dirumahkan tanpa pesangon dan kompensasi sebagainya," tambahnya.
Ia melihat, di tataran global kondisi ekonomi hampir semua negara melambat dan tengah menghadapi tekanan harga komoditas. Indef menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang belum berada di kondisi krisis, tapi sudah kondisi kritis.
Indef menilai, jika pemerintah terus menganggap ekonomi Indonesia tidak ada masalah dan tidak direspons cepat tepat, maka risiko Indonesia akan kembali terjebak pada krisis 1998 bukan mustahil.
"Sekalipun tidak dalam kondisi krisis, kalau potensi krisis dibiarkan, tidak ada mitigasi resiko, maka bukan tidak mungkin krisis di depan mata," tambah Enny.
(ang/ang)











































