Jokowi Ajak Pengusaha Bahas Ekonomi Sambil Makan Siang

Jokowi Ajak Pengusaha Bahas Ekonomi Sambil Makan Siang

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2015 17:26 WIB
Jokowi Ajak Pengusaha Bahas Ekonomi Sambil Makan Siang
Foto: Maikel/detikFinance
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang kalangan dunia usaha untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta. Ini merupakan agenda rutin setiap bulan, seperti dijanjikan Jokowi beberapa waktu yang lalu.

Hadir dalam agenda ini sekitar 20 pengusaha yang berasal dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Sambil makan siang, Jokowi yang ditemani Menko Perekonomian Darmin Nasution, berdiskusi seputar kondisi perekonomian terkini. Satu layar tampak disiapkan di sekitar meja makan yang menampillkan data-data.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makan siang, presiden mengajak dunia usaha untuk membahas dan menerima masukan-masukan dari dunia usaha," ungkap Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto di Istana Negara, Rabu (2/9/2015)

Agenda ini dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Sedikit molor dari yang dijadwalkan pada pukul 12.00 WIB. Makan siang dan diskusi ini berlangsung cukup lama, sekitar 1,5 jam.

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia menambahkan, dari yang disampaikan Jokowi terlihat jelas kondisi perekonomian secara global, regional hingga nasional. Sehingga juga sekaligus tergambar solusi untuk persoalan ini.

"Kita juga mendiskusikan tentang yang pertama adalah bagaimana memberikan penguatan ekonomi secara nasional, salah satunya bagaimana stimulus pemerintah harus dicairkan untuk mengejar ketertinggalan kita," terang Bahlil.

Bahlil melihat pemerintah sangat paham bagaimana upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk melalui masukan-masukan dari dunia usaha.

"Saya pikir hal penting bapak Presiden akan fokus akan konsen untuk memikirkan hal yang lain lagi, adalah langkah cepat dari pemerintah yang mencoba untuk men-clear-kan aturan tumpang tindih agar nggak terjadi masalah di kemudian hari," tukasnya.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads