Perwakilan ADB yang hadir adalah Wakil Presiden ADB, Bambang Susantono dan Country Director ADB For Indonesia, Steve Tabor.
"Kami berkunjung ke Wapres untuk bertukar pikiran tentang kondisi pembangunan di Indonesia. Intinya adalah, Indonesia sebagai pemilik 5,4% saham ADB tentu ingin memanfaatkan fasilitas apa yang ada di ADB," kata Bambang usai pertemuan di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (3/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ADB mendukung sepenuhnya langkah-langkah reformasi untuk menarik investasi untuk mepercepat pembangunan infrastruktur dan menyediakan layanan dasar seperti edukasi dan kesehatan," jelas Bambang.
Mantan Wakil Menteri Perhubungan ini mengatakan, pinjaman yang ditawarkan oleh ADB memiliki bunga yang lebih murah dari tingkat bunga komersial di pasar keuangan. Berapa bunganya?
Sementara itu, Steve Tabor mengatakan, untuk utang proyek berbentuk dolar Amerika Serikat (AS) berjangka waktu 20 tahun, bunganya adalah 1,2% per tahun. Biasanya ADB memberika grace period hingga 5 tahun. Jadi selama 5 tahun, pengutang tidak perlu menyicil dulu.
Apa respons JK terhadap tawaran utang ini?
Tabor mengatakan, JK akan melihat kebutuhan pemerintah, khususnya untuk pembangunan infrastruktur. Belum ada keputusan berapa besar utang yang akan ditarik pemerintah Indonesia dari ADB.
(dnl/hen)











































