Lebih Penting dari Kereta Cepat, Ini Proyek Kereta Luar Jawa

Lebih Penting dari Kereta Cepat, Ini Proyek Kereta Luar Jawa

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2015 10:26 WIB
Lebih Penting dari Kereta Cepat, Ini Proyek Kereta Luar Jawa
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menolak proposal kereta cepat Jakarta-Bandung, dari China dan Jepang, karena menggunakan dana APBN. Menurut Jokowi, dana APBN lebih penting digunakan untuk proyek kereta di luar Jawa yang belum ada dan tak berkembang.

Saat ini, pemerintah memiliki sejumlah proyek pengembangan kereta di luar Jawa. Mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

"Kalau itu APBN lebih baik saya gunakan untuk kereta api di Sulawesi, Papua, atau Kalimantan," kata Jokowi kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menegaskan tak akan menggunakan APBN, Jokowi juga mengatakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan diserahkan secara korporasi atau business to business (B to B) kepada para BUMN.

"Oleh sebab itu saya serahkan pada BUMN untuk melakukan B to B. Hanya yang tetap saya sampaikan kereta itu dihitung lagi karena itu nantinya yang menyampaikan menko bidang ekonomi atau menteri BUMN teknis detilnya," kata Jokowi.

Ia menegaskan perkembangan perkeretaapian di Indonesia diperlukan termasuk kereta cepat, tetapi Jokowi tidak ingin memberikan beban pada APBN. Jokowi juga memastikan pemerintah tak akan memberikan jaminan kepada BUMN yang melaksanakan proyek kereta cepat.

"Kalau investasi saya serahkan urusan ke menteri BUMN," katanya.

Berikut proyek rel kereta di luar Jawa, seperti dirangkum detikFinance, Jumat (4/9/2015).



1. Kereta Sumatera

Pemerintah berencana membangun rel kereta sepanjang 1.399 km dengan nilai Rp 41,12 triliun di Sumatera. Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari rel yang sudah ada di Sumatera sepanjang 111 km.

2. Kereta Kalimantan

Proyek kereta ini akan dibangun dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Panjang jalur kereta yang akan dibangun di Kalimantan adalah 2.428 km, dengan kebutuhan dana Rp 22,9 triliun.

Nilai proyek bisa berubah karena sebagian ruas masih tahap studi kelayakan (feasibility study). Apalagi, kedua lokasi memiliki karakteristik geografis yang berbeda sehingga bisa berpengaruh terhadap biaya konstruksi.

Jalur kereta Trans Kalimantan sepanjang 2.428 km akan menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

3. Kereta Papua

Di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi), proyek kereta pertama di Pulau Papua ini sedang memasuki fase studi kelayakan atau feasibility study.

Kebutuhan dana proyek kereta Papua untuk rute Sorong sampai Manokwari ini diprediksi mencapai Rp 10 triliun. Dana tersebut akan dipakai membiayai pembangunan infrastruktur kereta 300-400 kilometer (km), yang menembus perbukitan dan pegunungan yang ada di Provinsi Papua Barat.

Proyek yang rencananya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu, dipandang sebagai terobosan pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Jawa. Angkutan massal berbasis rel ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas di luas Jawa seperti Papua.

Setelah fase studi kelayakan atau feasibility study, Kemenhub akan melakukan proses Detail Engineering Design dan terakhir adalah lelang. Targetnya, konstruksi bisa dimulai pada 2018.

4. Kereta Sulawesi

Panjang jalur kereta Sulawesi yang akan dibangun di Sulawesi adalah 1.772 km, dengan kebutuhan dana Rp 31,25 triliun.

Nilai proyek bisa berubah karena sebagian ruas masih tahap studi kelayakan (feasibility study). Apalagi, kedua lokasi memiliki karakteristik geografis yang berbeda sehingga bisa berpengaruh terhadap biaya konstruksi.

Jalur kereta Trans Sulawesi sepanjang 1.772 km akan menghubungkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Ada ruas yang sudah groundbreaking di 2014, yakni rute Makassar-Parepare sepanjang 143 km.

Halaman 2 dari 5
(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads