"ADB ini kalau proyek pemerintah, dia bisa membiayai bunganya 1,5%. Kalau ke swasta bisa 5%, jadi jauh (bedanya). Menariknya, ADB ini sudah ada kerjasama dengan BUMN, sehingga biayanya kalau minjem duit ke ADB hanya 1,5%," ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Bandung, Jumat (4/9/2015).
Emil berencana untuk bekerjasama dengan ADB pada proyek Cable Car. Seperti diketahui, Pemkot Bandung tengah mempersiapkan pembangunan cable car. Untuk prototipe-nya, akan dibuat sepanjang 800 meter yang dibangun oleh PT Aditya Dharmaputra Persada. Desember ini rencana dilakukan peletakan batu pertama. Sementara untuk proyek besarnya yang mencapai 42 km, akan dimulai proses lelangnya Januari tahun depan. Nilai investasinya sekitar Rp 5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini Wujud Desain Cable Car di Bandung.
"Itulah yang kita kejar. Mudah-mudahan dalam empat bulan, bisa kita proses BUMN mana di Jakarta yang tertarik. Karena masalahnya bukan duit, duitnya sudah ada. Tinggal siapa yang mau ngerjain dengan waktu pendek," tambah Emil.
Menurut Emil, cable car paling memungkinkan untuk dibuat lebih dulu dibandingkan monorail. Karena nominal pembangunannya seperlima dari monorail.
"Tetapi monorail kita tetap proses. Kalau tidak ada halangan, Desember kita mulai prototipe-nya (cable car), tetapi yang 42 km itu sisanya dilelang secara umum dan diharapkan BUMN yang menang karena skema pembayarannya kita lebih murah," terangnya.
"Intinya ya itu, paling susah mewujudkan transportasi modern," ungkapnya.
(avi/rrd)











































