Lahan Sudah Bebas 90%, Tol Soreang-Pasir Koja Rp 1,7 T Siap Digarap

Lahan Sudah Bebas 90%, Tol Soreang-Pasir Koja Rp 1,7 T Siap Digarap

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2015 16:58 WIB
Lahan Sudah Bebas 90%, Tol Soreang-Pasir Koja Rp 1,7 T Siap Digarap
Jakarta - Proyek jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), Bandung segera dibangun bulan ini. Ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) jalan tol Rp 1,7 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan fisik tol ini bakal dimulai segera, begitu PPJT ditandatangani hari ini.

"Hari ini sudah tandatangan PPJT dengan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol/Pengelola Jalan Tol) dan Kementerian PUPR. Mungkin sekitar seminggu atau dua minggu langsung kerja-kerja-kerja," kata Basuki di kantornya, Jakarta, Kamis (4/9/2015).β€Ž

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski lahan yang dibutuhkan belum sepenuhnya dibebaskan, namun pembangunan tetap bakal dimulai. "Tanah sudah 90%. Itu sudah tidak ada masalah sebenarnya. Jadi pembebasan lahan sambil jalan pembangunannya," tegas Basuki.

Tol ini ditargetkan bakal tersambung sebelum gelaran Pekan Olahraga Nasional β€Ž(PON) yang bakal diselenggarakan pada September 2016.β€Ž Tol ini ditargetkan menjadi akses penunjang gelaran PON 2016, yang salah satunya diselenggarakan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

Akses jalan menuju stadion tersebut masih kurang lebar dan memadai untuk gelaran tersebut. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) alias perusahaan yang mendapat hak konsesi dan pengelola jalan Tol Soroja adalah PT Citra Marga Lintas Jabar.

BUJT ini dimiliki konsorsium 3 perusahaan jalan tol, yang terdiri dari PT Cipta Marga Nusaphala Persada yang menguasai 65% saham, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang menguasai 25%, dan PT Jasa Sarana menguasai 10% saham

Tol Soroja ini merupakan bagian dari 27 proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang ditawarkan ke investor melalui pola Public Private Partnership (PPP). β€ŽTol sepanjang 10,57 km ini diperkirakan bakal menelan investasi Rp 1,7 triliun.

(dna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads