Ada 30.000 Orang Kena PHK, Pengusaha Minta Bantuan Pemerintah

Ada 30.000 Orang Kena PHK, Pengusaha Minta Bantuan Pemerintah

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2015 19:07 WIB
Ada 30.000 Orang Kena PHK, Pengusaha Minta Bantuan Pemerintah
Jakarta -

Lesunya perekonomian dunia termasuk yang dialami Indonesia berdampak turunnya kinerja industri dalam negeri. Saat ini sudah ada sekitar 30.000 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi ini membuat pengusaha mengharapkan bantuan dari pemerintah agar gelombang PHK bisa berhenti dan kinerja perusahaan bisa meningkat kembali.

"Laporan sudah ada lebih 30.000 orang kena PHK. Harus kita setop lah dengan menjamin perusahaan-perusahaan ini bia diselamatkan. Paling banyak kena PHK adalah industri yang pakai bahan baku impor. Otomotif, tekstil masih banyak impor bahan baku," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kondisi seperti ini kata Bambang, para pengusaha berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan stimulus untuk menggenjot kinerja industri dalam negeri.

"Kami mengharapkan dunia usaha dibantu pemerintah, mulai dari kelonggaran dalam akses kredit, barang kali keringanan suku bunga, bahkan bila mungkin penurunan tarif pajak," ucapnya.

Selain itu, walau tak bisa dikurangi tarif pajak, pengusaha meminta pemerintah tidak terlalu galak terkait pajak.

"Kalau tidak mungkin, ya kalau bisa nggak terlalu galak-galak lah pajaknya," katanya.

Suryo juga berharap pemerintah makin mempermudah investor asing untuk investasi di Indonesia. Semakin banyak investor masuk, maka penciptaan lapangan kerja semakin banyak dan menggerakkan ekonomi.

"Jangan sampai iklim investasi itu kita mengurungkan niatnya investor untuk masuk. Seperti Faxconn. Mereka itu investasinya US$ 1 miliar, kalau mereka investasi ke negara lain, itu kerugian buat kita, itu kekalahan kita," tutupnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads