"Sapi pasokannya berkurang untuk kurban tahun ini. Makanya ada diikuti dengan kenaikan harga sekitar 30%, kalau kita impor sapi kebanyakan dari Asutralia, jadi ada penurunan pasokan karena impor dibatasi," kata Mila, Manajer Mal Haji Doni, salah satu pusat penjualan sapi kurban di Kota Depok ketika dihubungi detikFinance, Minggu (6/9/2015).
Mila menjelaskan, jika dihitung setiap kilogram (kg) berat sapi hidup, kenaikan harga di pusat penjualan sapinya adalah 10.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golongan middle beratnya 200-300 kg dengan harga Rp 13-16 juta/ekor, kemudian kelas middle up dengan berat 300-400 kg dengan harga Rp 17-30 juta/ekor, kelas premium dengan berat 400-800 kg dengan Rp 31-50 juta/ekor. Terakhir kelas eksekutif beratnya sampai 1,7 ton, kualitas sapi terbaik yang harganya paling tinggi sebesar Rp 400 juta/ekor," terang Mila.
Mila mengungkapkan, meski ada kenaikan harga sapi kurban, nyatanya tidak berpengaruh pada antusiame masyarakat membeli hewan kurban.
"Hingga sekarang saja sudah terjual 1.500 ekor dari 6.000 ekor yang kita sediakan tahun ini. Puncak penjualan nanti di seminggu terakhir Lebaran. Mungkin orang takut kehabisan," imbuhnya.
(ang/ang)











































