Ini Sejarah Kereta Cepat yang Ada di Dunia

Ini Sejarah Kereta Cepat yang Ada di Dunia

Suhendra - detikFinance
Senin, 07 Sep 2015 07:13 WIB
Ini Sejarah Kereta Cepat yang Ada di Dunia
Jakarta - Kereta cepat atau High Speed Rail (HSR) yang kita kenal sekarang ini pertama kali muncul di Jepang pada 1 Oktober 1964, yang dikenal Shinkansen. ‎Jalur pertama yang dibangun sepanjang 500 km dari Tokyo-Yohohama-Nagoya-Kyoto-Osaka, rute ini disebut sebagai Tokaido Shinkansen.

Namun jauh sebelumnya, Jepang sejak era tahun 1930-an sudah mulai mengembangkan kereta cepat. Kemudian pada 1956, negeri matahari terbit tersebut melakukan studi kelayakan pembangunan kereta cepat jalur Tokaido, dengan proses awal konstruksi pada 1959, hingga akhirnya beroperasi pada 1964. Jepang sempat mendapatkan pendanaan lewat utang dari Bank Dunia US$ 80 juta untuk membiayai mega proyek ini.

Demikian dikutip dari laporan yang berjudul 'The Economics of Investment in High Speed Rail' dalam The International Transport Forum di OECD 2014, seperti dikutip Senin (7/9/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jepang bukan satu-satunya yang mengembangkan kereta cepat, setelah Jepang ada kereta cepat Diresttissima di Italia pada 1977 dan kereta TGV di Prancis pada 1981.

Setelah itu, Jerman bergabung dalam jajaran negara yang punya kereta cepat pada 1988, untuk jalur antara Fulda d‎engan Wurzberg. Lalu Spanyol pada 1992 meluncurkan kereta cepat AVE yang melayani antara Madrid dengan Seville.

Di Asia, setelah Jepang, ‎Korea Selatan memulai adanya layanan kereta cepat pada 2004, dan di China dan China Taipei pada 2007.

Berselang hampir 50 tahun semenjak Jepang meluncurkan Shinkansen, pasca November 2013 diperkirakan jaringan kereta cepat yang ada di dunia telah mencapai 21.472 km, yang mana hampir 7.400 km berada di Eropa, dan lebih dari 13.700 km ada di Asia.

China jadi negara yang paling pesat pembangunan kereta cepatnya di dunia, pada 2013 tercatat ada jaringan kereta cepat sebanyak 9.867 km, disusul oleh Jepang sebanyak 2.664 km, kemudian ada Spanyol sepanjang 5.515 Km, dan Prancis 2.036 km.

Selanjutnya, tercatat ada 13.964 km jaringan kereta cepat dunia yang pada waktu itu sedang masa proses konstruksi. China masih memimpin dengan panjang jaringan rel kereta cepat yang sedang dibangun mencapai 9.081 km, lalu Spanyol 1.308 km, Jepang sepanjang 779 km, dan Prancis 757 km, dan Arab Saudi akan menyusul sebagai negara dengan kereta cepat sepanjang 550 km.

Sampai saat ini tak ada definisi tunggal soal apa itu kereta cepat atau HSR. Namun yang paling banyak dipakai adalah berdasarkan direktif Komisi Eropa, bahwa definisi kereta cepat adalah jaringan kereta yang sudah ada atau baru dengan infrastruktur yang mampu melayani kereta dengan kecepatan 250 km/jam atau lebih hingga 350 km/jam.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads