Penyebabnya gara-gara penyelundupan bibit lobster yang sangat tinggi setiap tahun, kini Indonesia kesulitan mendapatkan lobster. Bibit lobster banyak dikirim dari NTB dikirim ke Vietnam.
"Indonesia dulu 10 tahun lalu ekspor lobster 10.000 ton/tahun. Dulu perusahaan saya sendiri ekspor 1.800 ton/tahun. Sekarang nggak bisa karena bibit lobster diselundupan besar-besaran. Sekarang nyari 300 ton (lobster dalam setahun) saja susah," kata Susi saat rapat koordinasi dengan DPD dan DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia di Gedung KKP, Jakarta, Senin (7/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat sms hari ini, 'Bu Susi cepat ambil tindakan hari ini. Kenapa dibiarkan? Bagaimana kalau kami tidak punya lobster lagi? Hari ini sudah keluar 50.000 (bibit lobster) dari Trenggalek'," Susi menuturkan.
Bibit-bibit lobster ini, diselundupkan ke berbagai negara seperti Vietnam, Malaysia, dan China. Berkat bibit dari Indonesia, kini negara-negara tesebut menjadi eksportir lobster yang melampaui Indonesia.
"Vietnam tidak punya lobster, sekarang mereka ekspor 3.000 ton lobster, dapat US$ 1 miliar. Malaysia, China beli bibit bagus dari kita dia lepas di alam," ungkap Susi.
Ia khawatir suatu saat Indonesia akan kehabisan lobster dan akhirnya harus membeli lobster dari negeri-negeri lain yang telah mengembangbiakan lobster asal Indonesia. Ia memerintahkan jajarannya agar sekuat tenaga memberantas penyelundupan bibit lobster.
"Suatu hari kita beli lobster dari Malaysia dan China untuk kita makan. Saya sudah perintahkan dirjen saya untuk bergerak," pungkasnya.
(hen/hen)










































