"Persoalan hukum yang sangat menjadi momok baru, baik pelaku usaha maupun pemerintah atau BUMN yang melakukan eksekusi bisnis terhadap kontra yang berdampak pada hukum, sekarang ini pada takut semua," kata Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia dalam sebuah diskusi ekonomi 'Daya Tahan Ekonomi Indonesia' di Menteng, Jakarta, Senin (7/9/2015)
Kondisi ini membuat pelaku usaha menahan diri sehingga ekonomi sektor riil tidak jalan. "Tapi seberapa lama sih daya tahan kita untuk menahan? Kan cost kita naik terus," kata Bahlil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sektor riil kita yang harus kita gerakkan, sektor UMKM kita gerakkan. Stimulus pemerintah harus kita lakukan, spending dana perbankan itu harus segera cairkan untuk hal-hal yang produktif, jangan hanya konsumtif," pinta Bahlil.
Bahlil mendorong agar pemerintah punya perhatian lebih terhadap sektor usaha kecil menengah (UKM). Alasannya karena sektor ini bisa bertahan saat terjadi krisis 1998. Saat ini memang sektor pertambangan turun 30-35%, perkebunan turun 30%, logistik turun 25-30%, konsumsi turun 20-25%.
"Tapi harus optimis, pengusaha nggak boleh pesimistis, harus optimistis," katanya.
(hen/rrd)











































