Menurut Bambang, suasana dalam pertemuan tersebut kurang menggembirakan. Sebab, kata Bambang, tidak ada satu negara pun yang punya harapan baik tahun ini.
"Saya baru kembali dari Turki, dalam pertemuan itu istilahnya mood-nya dalam 2 hari kemarin bukan mood yang menyenangkan. Tidak ada satu pun negara yang katakan ada harapan tahun ini," ujarnya di rapat bersama Banggar DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"China melihat devaluasi harus dilakukan karena mereka ada masalah dengan devaluasi ini. Eropa, Jepang juga tidak ada mood bagus," ujarnya.
Negara-negara itu juga sepakat harga komoditas masih akan sulit kembali seperti harga 2011. Meskipun naik, jumlahnya tidak banyak. Contoh nyata adalah harga minyak yang sudah jatuh lebih dari 50%.
"Mood kemarin kami lihat berat. Karena G20 tidak mengikat jadi tidak ada gerakan bersama untuk memperbaiki kondisi ini. Tahun ini potensi pertumbuhan ekonomi hanya 3,2% itu pertumbuhan ekonomi global. Tahun lalu 3,4%," ujarnya.
"Di 2016, IMF anggap dengan AS normalisasi moneter dan China stop devaluasi maka optimisme tahun depan 3,8% pertumbuhan ekonomi di 2016. Cuma memang harus hati-hati. Karena IMF biasanya pasang tinggi di awal lalu berikutnya mulai turunkan," jelasnya.
(ang/hen)










































